Kementan RI

Polisi dan Petani akan Bersinergi

(Menteri Pertanian, Amran Sulaiman (tengah) bersama Wakil Gubernur Sulsel dan Plt Bupati Takalar, Andi Darmawan Bintang (kiri) Wakapolri Komjen Syafruddin(tengah) (Istimewa)
penulis : Iin Nurfahraeni editor : Inipasti

INIPASTI.COM, TAKALAR – Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman bertemu langsung dengan petani jagung di Desa Punaga, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar. Dalam pertemun tersebut, para petani dijanjikan bantuan benih dan pupuk.

Amran, menjelaskan untuk tahun ini ada bantuan pupuk dan benih yang diperuntukkan untuk 3 Juta hektare lahan, tapi untuk seluruh Indonesia. Sedangkan, khusus Takalar, ada sinergi bersama dengan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, untuk 1.000 hektare yang nilainya mencapai Rp200 miliar.

“Bantuan ini bisa saja bertambah, mencapai 10 ribu benih dan pupuk ini. Saya minta ini ditanam di areal baru supaya hasilnya bisa mencapai 3 ribu ton, dan uang berputar di Takalar jadi Rp100 triliun,” kata Amran, Desa Punaga, Senin (9/1/2017), dalam rilisnya

Amran menyebutkan, untuk komoditas tertentu seperti beras pihaknya menggandeng TNI, dan pada jagung menggandeng Polri. Ini disebabkan, ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara.

“Sekarang ini, kami ingin meningkatkan kesejahteraan seluruh petani termasuk jagung. Sudah ada perpresnya,” ujar Amran.

Menurutnya, pada tahun 2018 sesuai dengan permintaan Presiden Joko Widodo agar tidak ada lagi impor jagung. “Saya sedang berusaha agar 2017 ini tidak impor lagi, alasannya karena pada 2016 itu impor jagung turun 66 persen dari target 4 juta ton. Yang diimpor hanya sekitar 900 ton, dan bisa menyelematkan devisa negara Rp 9 triliun,” ungkapnya.

Target nasional industri jagung pada 2017 adalah 25 juta ton, naik 4 ton dari target 2015 hanya 19 juta ton dan 2016 23,1 juta ton. “Kalau tahun ini bisa 25 juta ton, artinya tidak perlu menunggu 2018, 2017 sudah tidak.perlu impor jagung,” pungkas Amran.

Sementara itu, Takalar yang merupakan salah satu sentra produksi jagung di Sulsel, Produksi jagung pada tahun 2016 mencapai 72.206 ton dengan luas panen 8.200 hektare, sedangkan 9.902 hektare lahan yang ditanami jagung.

“Produksi tersebut naik 40 persen dari tahun sebelumnya dan penghasilan petani bisa mencapai Rp250 miliar. Sementara itu ada 3.500 hektare ditanami jagung hibrid khusus yang merupakan
bantuan dari Kementan,” kata Darmawan.

Wakil Gubernur Sulsel, Sulsel Agus AN menyatakan, jika produksi jagung di Sulsel terus mengalami peningkatan, bahkan dari tahun sebelumnya dimana pada 2016 mencapai 1,95 juta ton.

NO COMMENTS