12 Catatan ILC 8 Oktober 2019 ‘Buzzer’, Menohok Istana

Haikal Hasan, Presiden Jokowi dan Ali Mochtar Ngabalin.
Top Ad

INIPASTI.COM, JAKARTA – Indonesia Lawyers Club (ILC) edisi 8 Oktober 2019 mengangkat tema, Siapa yang bermain Buzzer? Acara yang dipandu oleh Karni Ilyas itu mengahdirkan 12 Narasumber.

Di antaranya Ketua II PA 212 Haikal Hasan, Juru Bicara Ketum Gerindra Danhil Anzar Simanjuntak, Politisi Partai Berkarya Vasco Ruseimy, Pimpinan Redaksi Koran Tempo Budi Setyarso, Ketua Dewan Kehormatan PWI Ilham Bintang dan Menkominfo Rudiantara, Staf Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin.

Hadir pula Mantan Direktur Media Sosial TKN Arya Sinulingga, Politisi PKPI Teddy Gusnaedi, Pegiat Media Sosial Eko Kuntadi, Politisi PSI Tsamara Amany, serta Analis Media Sosial Stone Emprit Ismail Fahmi.

Dari sekian narasumber tersebut, terjadi perdebatan antar pembicara. Misalnya antara Pimred Koran Tempo dan Politisi PKPI, juga antara Politisi Berkarya dan Mantan Direktur Media Sosial TKN.

Keseruan yang ditunjukkan dalam edisi ILC itu pun kembali mencuri perhatian publik. Tayangan yang kembali di-upload di YouTube itu pun memancing warganet untuk ikut berkomentar. Ratusan bahkan ribuan komentar telah memenuhi akun YouTube Indonesia Lawyers Club. Salah satunya dari akun Faisal Blangpidie 2, berikut komentarnya :

Ulasan ILC 8 Oktober 2019 Buzzer

1) Ismail Fahmi – Sekedar tambahan saja, buzzer tidak ada yg netral, semua berpihak ke kanan atau kiri dan hampir semua berkicau di rubrik politik. Buzzer tidak melulu dikendalikan pihak tertentu, banyak yg perorangan dan motifnya cuma iseng dan umumnya akun fake kosong atau anonim. Jika disebutkan mayoritas bermain di Twitter itu bisa benar secara relatif, namun di youtube pun sejak dulu sudah exist. Sebagai contoh saja jika di channel ILC ini buzzer anti Jokowi atau pendukung Prabowo kemarin paling dominan komentarnya, dan sebaliknya di channel Mata Najwa didominasi buzzer pro Jokowi. Kedua channel itu identik kuat dgn politik dan layak dijadikan sampel CMIIW

2) Budi Setyarso – Tempo sejak beredar pertama tahun 1971 berbentuk majalah dan konsisten sbg media paling loyal dgn integritas membuat beritanya. Slogannya ” Enak di Baca dan Perlu “, sangat tepat. Dikala Jokowi nampak jelas prestasinya maka Tempo memuji dgn fakta dan buzzer pro Jokowi diam, namun kasus kemarin pas Tempo membuat silhouette Pinokio dibelakang Jokowi barulah buzzer pro Jokowi menyerang Tempo. Disini kita bisa menyimpulkan jika Tempo adalah media netral

3) Eko Kuntadi – Ini adalah makhluk paling membenci umat Islam 212, penghina HRS, pengkritik segala syariat Islam, pemuja yg berdalil toleransi

4) Babe Haikal Hasan – Kali ini durasi bicaranya cukup singkat, salut dgn HH karena sabar tidak emosi ketika Eko Kuntadi menekankan teman2 HH semua tukang pembuat Hoax, bayangkan jika itu diarahkan ke Ngabalin pasti meradang. Buzzer bayaran haram dalam Islam, cuma kaum keyakinan sana dan pendukung sana saja yg menghalalkan buzzer

5) Teddy Gusnaedi – Ini pun salah satu pihak pro Jokowi yg terus menyerang Tempo, kok susah kali ngertinya ini org, sudah dijelaskan Ismail Fahmi dan Budi Setyarso jika buzzer pro 01 itu jelas ada dan jelas arahnya kemana

6) Tsamara Amany – Gaya bicaranya agak slow dibanding biasanya yg speednya 2x lipat, point bicaranya 0 karena isi paparannya sudah umum dan diketahui org banyak

7) Vasco Ruseimy – Inilah sosok baru yg berani dan bisa menjelaskan kpd publik apa dan bagaimana buzzer pro Jokowi itu bekerja, argumennya kuat didasari fakta dan cukup menguasai materi topik ini

8) Arya Sinulingga – Berasal dari basis pemenang mayoritas pemilih Jokowi yaitu dari Karo, Sumut. Sejak dulu loyalitasnya tinggi terhadap pihak pemerintah, segala kritikan selalu dibela dgn argumen sesuai kapasitasnya

9) Ali Mukhtar Ngabalin – Ngabalin dulu hina2 Jokowi puji2 Prabowo, setelah dijadikan jubir Jokowi maka berbalik 180°, sekarang loyalitasnya sangat tinggi dgn Jokowi, apa pun kinerja dan kebijakannya pasti benar dan bakal dibela habis2an

10) Dahnil Anzar Simanjuntak – Ini tokoh paling selalu friendly, tidak tendensius dan arogan. Komentarnya selalu cerdas dan konsisten membela yg benar khususnya umat Islam yg sering difitnah radikal, intoleran dll

11) Ilham Bintang – Signifikan sekali pencerahannya sbg pihak wartawan, Tempo tidak melanggar aturan jurnalistik dan itu membuat Ngabalin berang

12) Rudiantara – Ini adalah menteri paling bikin ribet rakyat, aturan 1 NIK 3 nomer 1 provider dia yg buat aturan, dan aturan daftar simcard wajib pakai KK dia yg buat, menteri wayang karena didalangi para penguasa yg phobia akan sesuatu yg berlebihan

Baca Juga:  BPN Tantang Jokowi Soal Konsesi Besar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.