120 Hari Hitungan Kalender, Aula Pusdiklat Unismuh Ditarget Selesai

Wakil Rektor IV, Ir H Saleh Molla (kiri), Rektor Unismuh Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE,MM (kedua kiri), Ketua Lembaga Pengkajian Al Islam dan Kemuhammadiyahan, Drs Samhi Mu’awan Djamal, Ketua BPH, DR Ir Syaiful Saleh, Direktur Pascasarjana, Dr H Darwis Muhdina dan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel yang juga bendahara BPH Unismuh, Prof Dr Gagaring Pagalung (kanan), di acara peletakan batu pertama aula Pusdiklat Bollangi Unismuh, ahad 21 April 2019.-nasrullah-

INIPASTI.COM, MAKASSAR- Aula Pusat Pendidikan dan Pelatihan (PUSDIKLAT) Bollangi Unismuh Makassar Universitas Muhammadiyah Makassar mulai dibangun Ahad, 21 April 2019.

Pembangunan aula Pusdiklat yang posisinya dibangun sebelah kiri bangunan Pusdiklat dengan ukuran 20 X 18 meter ini ditarget selesai pembangunannya dalam kurun waktu 120 hari hitungan kalender.

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Unismuh Makassar, Dr Ir HM Syaiful Saleh saat memberikan amanah diacara peletakan menargetkan bangunan Aula Pusdiklat Unismuh selesai dalam kurun waktu 120 hari hitungan kalender dan bukan hitungan hari kerja.

Dikatakan, aula ini nantinya akan menjadi ruang pertemuan, pelatihan ataupun rapat-rapat yang dilaksanakan baik itu dari Unismuh, pesyarikatan Muhammadiyah maupun umum.

Baca Juga:  Profesor Diaspora Bagi Pengalaman Menulis Jurnal di Kopertis IX

Bahkan menurut Syaiful Saleh, aula ini bisa dimanfaatkan untuk kegiatan perkwinan khususnya bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat umum disekitar Bollangi. Kapasitas undangan bisa mencapai 2000-an orang.

“Fasilitas Aula Pusdiklat Unismuh Makassar ini bukan milik saya, bukan milik rektor maupun lainnya, tetapi aula ini adalah milik Muhammadiyah. Jadi hati-hatilah dengan Muhammadiyah,”tandasnya.

Syaiful Saleh yang juga adalah wakil ketua PWM Sulsel, menegaskan, bahwa yang dikatakan kader Muhammadiyah itu adalah orang yang mengikuti ketentuan-ketentuan persyarikatan, itulah yang dikatkan kader.

Baca Juga:  APTISI Wilayah IX Sulawesi Gelar Pleno Perdana

“Biar sudah mengikuti seluruh pengkaderan baik itu di IMM, IPM dan lainnya tetapi dalam aktifitasnya tidak mau mengikuti ketentuan-ketentauan yang ada di dalam persyarikatana maka dia bukan kader Muhammadiyah. Dan sebaliknya meskipun tidak pernah mengikuti pengkaderan tetapi dia mengikuti semua ketentuan yang ada dalam persyarikatana maka dia bisa dikatakan kader ,”kunci Syaiful.-nasrullah-

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.