Ade Armando Sebut Rocky Gerung Tidak Beragama, Tanggapan RG Mengejutkan

Pakar Komunikasi Indonesia Ade Armando dan Pengamat Politik Rocky Gerung.
Top Ad

INIPASTI.COM, JAKARTA – Pakar Komunikasi Indonesia Ade Armando dan Pengamat Politik Rocky Gerung terlibat debat panas. Dalam debat tersebut, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI) itu menyebut bahwa Rocky Gerung tidak beragama.

“Anda tidak pernah mengalami penekanan, penindasan terhadap hak beragama anda, karena Anda kan tidak beragama. Jadi buat Anda ini tidak masalah,” kata Ade Armando saat berdebat dengan Rocky Gerung soal Radikalisme pada acara Rosi, yang tayang di KompasTV 31 Oktober kemarin.

Ade Armando mengucapkan itu ketika Rocky Gerung menyela pembicaraannya yang mengaku mengalami ancaman radikalisme. Rocky Gerung saat itu meminta agar ucapan Ade Armando disertai dengan contoh. Namun, Ade mengatakan tidak perlu mengeluarkan contoh tersebut.

Setelah Rocky dikatakan tidak beragama, dia hanya menanggapinya dengan senyum khasnya. Dia pun mengungkapkan bahwa Ade Armando itu lebih parah dari Menteri Agama Fachrul Razi.

Baca Juga:  Singgung Yasonna sebelum undur diri, Rocky Gerung : Menteri tidak cukup pengetahuan

“Dia (Ade Armando,red) lebih parah dari Menteri Agama (dengan mengatakan,red) ‘Anda tidak beragama’,” sela Rocky Gerung.

Perdebatan ini berlangsung terkait isu pelarangan cadar dan celana cingkrang yang dikatakan keluar dari Menteri Agama. Ade Armando menilai memang itu adalah masalah besar. Akan tetapi, Rocky Gerung justru memandang tidak ada masalah dengan hal tersebut.

“Saya pikir kita tidak usah menutupi fakta bahwa, ini semua, penunjukan para jenderal, penunjukan Pak Fachrul Razi sebagai menteri agama itu jelas penjelasannya adalah pemerintahan Jokowi 5 tahun ke depan itu menempatkan agenda melawan kelompok-kelompok radikal Islam ini sebagai sebagai salah satu agenda utama,” ujar Ade Armando.

Baca Juga:  Jokowi Larang Warga Tinggalkan Wamena, Rocky Gerung : Itu narasi buruk Presiden

“Kita tidak sebut hanya radikal, mereka yang memperjuangkan syariah, mereka yang perjuangkan khilafah, mereka yang memusuhi, menyebarkan kebencian terhadap kaum non-muslim, terhadap minoritas, itu jelas ditempatkan sebagai salah satu agenda utama pemerintahan Jokowi 5 tahun ke depan,” tambahnya.

Tapi bagi Rocky, tugas Kementerian Agama itu bukanlah mengurus keyakinan seseorang. Namun, harusnya mengurus administrasi orang yang beragama dan tidak pololitis.

“Dari dulu, kita ingin agar supaya kedudukan Menteri Agama itu betul-betul tidak politis, apolitis bukan non-politis. Kan itu justru sumber masalah. Kan kementerian agama itu, tidak mengurus keyakinan orang, tapi itu mengurus administrasi dan orang yang beragama,” jelasnya.

(Sule)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.