Adnan IYL Minta Warga Tak Tolak Jenazah Pasien Covid-19

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo.

INIPASTI.COM, GOWA – Penyebaran virus Corona, (Covid-19) saat ini terus meluas, pasien yang dinyatakan sembuh setelah terpapar angkanya masih kecil dibandingkan jumlah kasus meninggal. Bukan hanya mereka yang dinyatakan positif, namun ada juga masuk dalam kategori PDP akhirnya menyerah pada virus mematikan ini

Salah satunya adalah warga Gowa Kecamatan Somba Opu yang masuk kategori Pasien Dalama Pengawasan (PDP) Covid-19, (L/52 thn) yang meninggal dunia telah dimakamkan.

Inline Ad

Sebelumnya, melalui pesan berantai di sejumlah group whatshapp jika pasien PDP yang mendapat perawatan di RS Rujukan ini menghembuskan napas terakhirnya, Sabtu (26/3) dan akan dimakamkan di Baki Nipa-nipa Antang kota Makassar, namun warga sekitar pemakaman menolak dan mengusir secara paksa, sehingga jenazah tersebut kembali dibawa ke Rumah Sakit Wahidin.

Namun, akhirnya setelah menunggu pasien PDP tersebut dimakamkan di Sudiang. Hal ini disampaikan oleh Camat Somba Opu, Agussalim setelah melakukan koordinasi dengan dengan pemerintah setempat.

Baca Juga:  Puncak HJG ke-699, Pelaku UKM Terima Bantuan Pemkab Gowa

“Kami Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kelurahan Paccinongngang telah berkoordinasi dengan Ketua Kerukunan Keluarga  dan RW, dan beliau menyampaikan bahwa almarhum telah dikubur,” kata Agussalim.

Ia menyebutkan, bahwa, (L/52 thn ) dimakamkan di Pekuburan Sudiang pagi tadi. Dimana sebelumnya almarhum yang rencana akan dimakamkan di antang namun ditolak.

Almarhum meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Wahidin Sudirohusodo Minggu (29/03) dini hari sekitar pukul 02.50 Wita. Korban sebelum sempat dirawat di ruang isolasi RSUP dr Wahidin Sudirohusodo.

 

Sementara sebagian antisipasi penyebaran Covid-19, Agussalim juga mengatakan bahwa saat ini keluarga almarhum diisolasi selama 14 hari dan seluruh kebutuhannya akan dipenuhi selama isolasi.

” Terkait dengan keluarga yang ditinggalkan, kami dan Pak RW sudah menyampaikan untuk isolasi diri dulu dan segala kebutuhannya Pak RW dan warga siapkan selama masa isolasi,” kata Agussalim.

Baca Juga:  Tumbuh Kembangkan Perlindungan Kewirausahaan, Pemkab Gowa Gelar Pelatihan KUMKM

Sementara itu, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya Almarhum sudah dimakamkan dan ia meminta masyarakat tidak takut dan panik serta tidak menolak jika ada pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Menurut orang nomor satu di Gowa ini proses pemakaman dilakukan sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan, sehingga betul-betul aman.

” Masyarakat perlu diedukasi bahwa pemakaman memakai SOP Insya Allah tidak apa-apa. Mohon agar masyarakat tidak menolak jika ada pemakaman yang meninggal akibat virus ini. Kita sadar penyebaran corona cepat tapi semua bisa tertangani dengan baik jika kita semua mengambil peran untuk memutus mata rantainya. Tidak dengan menolak dan mengusir mereka yang masuk daftat ODP, PDP dan keluarganya,” harap Adnan

Baca Juga:  Mantan Ketua PPK terpilih Jadi Ketua PM Kecamatan Polut

(Iin Nurfahraeni)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.