Ajiep Padindang Rayakan 16 Tahun Berdirinya Lembaga DPD RI

INIPASTI.COM, MAKASSAR, — Anggota Senator Ajiep Padindang, merayakan 16 tahun berdirinya lembaga Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang jatuh pada Kamis 1 Oktober 2020.

Inline Ad

Secara daring dan mengikuti protokol covid-19, Ajiep bersama staf merayakan pemotongan nasi tumpeng di kantor perwakilan DPD RI Perwakilan Sulsel, Jl. Nuri No.35, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Usai perayaan serimonial dilanjutkan dengan “Dialog sosialisasi penguatan kelembagaan DPD RI”. Dalam penyampaianya, pria kelahiran Bone Sulsel ini membeberkan beberapa hal terkait plening ke depan untuk pembangunan di Sulsel secara berkelanjutan.

“Yang jadi konsen saya perjuangkan Sulsel di DPD terus menerus di pusat, kedepan adalah sektor infrastruktur,” ujarnya.

Dijelaskan, beberapa waktu lalu pihaknya menyelenggarakan, bagaimana peranan Sulawesi Selatan kalau terjadi perpindahan ibukota ke kalimantan Timur.

“Kita ketahui selat Makassar dan sejumlah kabupaten. Mulai dari Pinrang hingga Makassar disebut daerah belakang rencana ibu kota negara,” katanya.

Baca Juga:  Kisah Cinta Sang Panglima

Mantan Anggota DPRD Sulsel itu menuturkan, seandainya tidak dalam kondisi pandemi maka perpindahan ibu kota sudah dilakukan Pemerintah pusat.

“Maka itu harus melihat persiapkan diri. Seandainya tidak covid pembangunan ibu negara pasti berjalan. Kita Sulsel jangan jadi penonton pembangunan ibu kota negara di Kalimantan Timur,” tuturnya.

Tentu saja secara subjektif harus berjuang untuk kepentingan daerah Sulsel yang tentu menjadi perjuangan dirinya, terutama di masa covid ini soal pemberdayaan pertanian.

“Sudah berulang kali kita sampaikan di rapat Komite atau internal dan rapat kerja. Sulsel basisnya pertanian, karena itu harusnya pemerintah dan konsen perjuangan kami di DPD agar alokasi anggaran dalam kaitan ketahanan pangan dalam RAPBN 2021,” jelasnya.

Yang paling penting ketahanan pangan ini harus terjaga sudah pasti penanganan kesehatan, sosial itu pasti. Terutama ketahanan pangan menjadi sangat penting, karena di bidang ini pangan mengalami pertumbuhan di bandingkan dengan sektor-sektor lain.

Baca Juga:  Hussein Afash dan Skuadnya Serius Hadapi Timnas Indonesia

“Dari kajian kajian kecil kami yang bisa bertahan kedepan kalau terjadi resesi ekonomi hanya di bidang pertanian, kenapa? Kita ini adalah penduduk pola konsumsi itu banyak. Dan kalau itu tidak terjaga, resesi ekonomi bisa melahirkan yang biasa disebut revolusi sosial,” bebernya.

Dia menambahkan, Menteri Keuangan, Sry Mulyani sudah mengakui bahwa Indonesia sudah mulai resesi ekonomi, karena dua triwulan sebelumnya pertumbuhannya negatif. Dan diprediksi bisa minus satu persen di akhir tahun, karena itu salah satu prioritas yang harus digenjot ialah di sektor pertanian.

“Maka mulai dari produksinya, kita harus menjaga petani kita, menjaga usaha petani kita dengan berbagai terobosan program. Antara lain pemberian KUR, bank bank harus proaktif, apalagi berkait dengan UMKM yang belum begitu menguasai teknologi digital,” pungkasnya.

Baca Juga:  Andi Sudirman Akan Bentuk Satgas Khusus Tangani Anak Yatim

(Muh. Seilessy)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.