Aksi Tolak TKA Cina di Sultra, Polisi Pukul Mundur

INIPASTI.COM, SULTRA- Demo penolakan tenaga asing dari China. Pihak kepolisian membubarkan demonstran penolak kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) dengan gas air mata akibat peringatan melalui pengeras suara diacuhkan massa aksi demo, Selasa (23/6/2020) sekitar pukul 23.00 WITA.

Sebelumnya, pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengizinkan 500 orang tenaga kerja asing (TKA) asal China masuk ke wilayahnya untuk bekerja di perusahaan industri, Morosi, Kabupaten Konawe. Pemprov Sultra bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sebelumnya sepakat menunda sementara kedatangan TKA karena pandemi.

Inline Ad

Gas air mata ditembak oleh polisi, massa kemudian berlarian menghindar. Setelah tembakkan gas air mata itu redah demonstran pun kembali maju mendatangi polisi.

Baca Juga:  Diskop - UKM Sulsel Tunggu Persetujuan Kemenkop

Aparat pengamanan masih bersabar, mereka kembali memberikan peringatan lewat pengeras suara agar massa segera membubarkan diri. Akibat tak dihiraukan kesekian kalinya, aparat kembali menyemprotkan gas air mata. Massa kemudian membalas serangan polisi dengan batu dan kayu.

Kondisi semakin kacau dan bentrok tak terhindarkan saling balas serangan pun terjadi antara massa dan polisi. Pemadangan kepulan gas air mata memenuhi langit Desa Ambaipua, Ranomeeto, Konawe Selatan (Konsel).

Meski begitu, polisi terus bergerak maju memukul mundur massa aksi demo. Warga sekitar berlarian masuk ke dalam rumah. Kendaraan yang melintas di jalur tersebut diminta putar balik. Hingga kini massa masih bertahan di lokasi kejadian.

Baca Juga:  Proyek Melambat Mulai di Inventarisir

Untuk diketahui, ketegangan antara massa dan polisi dikarenakan 156 TKA yang sampai di Bandara Haluoleo pukul 20.30 WITA tadi tak kunjung melintas di jalur yang dijaga demonstran. Dugaan sementara rombongan TKA yang dikawal ketata TNI/Polri menggunakan jalur alternatif.

(Sumber: Zonasultra.com

)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.