Alasan Nurdin Abdullah Ajak Kima Kembangkan Kiba di Bantaeng

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah memiliki alasan mengajak PT Kawasan Industri Makassar (Kima) untuk mengembangkan kawasan industrinya di bagian Selatan, Provinsi Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, PT Kima sendiri berencana melakukan pengembangan sekitar tahun 2014. Dengan memilih Maros sebagai Kima 2 nantinya.

Saat itu untuk pengembangan Kima 2 akan dibangun diatas lahan 250 hektar dengan nilai investasi Rp 750 miliar.Kima 2 nantinya disebut bisa menampung 250 kawasan industri baru dengan menjangkau kawasan pengembangan Makassar, Maros, Sungguminasa dan Takalar.

Rencana pengembangan tersebut juga telah mendapat rekomendasi dari Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo yang saat itu menjabat.

Ia pun menunjuk Kabupaten Bantaeng sebagai daerah yang bisa ditempati oleh Kima nantinya. Rencannya, jika PT Kima berinvestasi di sana maka Kawasan Industri Bantaeng nantinyalah yang akan digunakan oleh Kima.

Baca Juga:  Andi Sudirman: Kita Fokus pada Overstock Ternak

Menurutnya, saat ini hampir seluruh investasi keluhannya adalah masalah harga tanah yang terlalu tinggi. Makanya, ia pun mengajak kima pindah ke Bantaeng.

“Makanya, saya bilang pindah ke Bantaeng kalau di sini harga tanah cukup tinggi, Rp 3,5 Juta -Rp 5 Juta perhektar. Kalau di Bantaeng harga lahannya masih cukup terjangkau,” katanya ditemui di Kantor Gubernur, Senin (20/1)

Menurutnya, dengan berpindahnya kima ke Bantaeng tentunya akan meningkatkan daya saing yang lebih tinggi lagi. “Kima jangan lagi berpatokan ke Makassar karena ini sudah tidak bisa lagi. Jika berpindah ini akan menjadi pertumbuhan kawasan industri baru,” paparnya

Baca Juga:  Temui NA, Telkom Siap Support Program Pemprov Sulsel

Terkait sebelumnya PT Kima rencananya pernah ingin mengembangkan kawasan Kima 2 di Maros. Nurdin Abdullah menyebutkan jika lahan disana mahal, “lahannya mahal, makanya ditawarkan ke Bantaeng,”tegasnya

Lagi pula, menurut Nurdin Abdullah, Menteri BUMN menginginkan jangan terlalu banyak perusahaan plat merah ini masuk ke daerah. “Pak Menteri, (Erick Thohir, red) mengatakan jangan terlalu banyak BUMN masuk. Makanya kami ajak Kima untuk menata kawasan industri nantinya di sana,”

(Iin Nurfahraeni)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.