Ali Topan Pinrang : Tagana Disabilitas, Peraih Penghargaan Kalpataru

Top Ad

INIPASTI.COM – Ali Topan, Tagana Disabilitas dari Kabupaten Pinrang meraih penghargaan Kalpataru Tahun 2021, di terima di Kementerian Lingkungan Hidup, Kamis 14 Oktober 2021 di Jakarta.

Musibah yang menimpa dirinya, akibat kecelakaan kerja saat pemasangan tower antene di Kantor Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Pinrang, Tiba-tiba antene roboh dan menimpa punggung Ali Topan.

Inline Ad

Korban lalu dilarikan ke Rumah Sakit Lasinrang Pinrang untuk mendapatkan pertolongan. Akibat benturan benda keras pada punggungnya mengakibatkan kaki kanannya lumpuh layu sampai sekarang, dan pihak dokter menyatakan cacat permanen, namun semangatnya sebagai anggota Tagana tidak pernah luntur.

Dalam melaksanakan aktifitas keseharian, Ali Topan menggunakan alat penyanggah, baik untuk kegiatan di Tagana maupun saat menata lingkungan.

Keteguhannya dalam bidang pengabdian masyarakat tak diragukan, bagai tersulut slogan “Dimana ada bencana disitu ada Ali Topan”

Peristiwa bencana di Sulbar yang membuat warga terguncang, Ali Topan yang termasuk TRC Tagana Pinrang dibawah koordinasi komandan, Rahman Bendungan, hadir di Sulbar dan memberikan dukungan, terutama pada Tim Dapur Umum Lapangan (Dumlap).

Piagam penghargaan Kalpataru merupakan sebuah kehormatan dan penghargaan kepada Ali Topan, atas jasanya dalam melestarikan lingkungan hidup di Kabupaten Pinrang, Kalpataru itu sendiri berasal dari Bahasa Sansekerta yang berarti pohon kehidupan.

Aktifitasnya mengolah sampah (Bank Sampah) dan penanaman sejuta mangrove dilakoninya pasca musibah menimpa dirinya, rupanya kini berbuah manis.

Kementerian Lingkungan Hidup memberikan penghargaan Kalpataru di Jakarta Kamis 14 Oktober 2021.

Ali Topan merupakan rekrutan Tagana Angkatan 2009 dan peristiwa yang nyaris merenggut nyawanya, saat tertimpa musibah, ketika memasang tower antene di tahun 2014-2015.

Nyaris putus asa, namun semangat juangnya yang tidak pernah pudar dan pengalaman berorganisasinya, baik di PMR, Pramuka dan Pencinta Alam membuatnya bertahan hidup bahkan berhasil mengukir prestasi di tingkat nasional.

Ali Topan bukan anak jalanan sebagaimana film nasional yang pernah menggemparkan di era tahun 1970-an, tapi Ali yang satu ini, Tagana Disabilitas yang mampu mengukir sejarah sebagaimana slogan yang selalu digemakan “Pantang Tugas Tidak Tuntas”

Koordinator Tagana Pinrang, Rahman Bendungan mengaku terharu menyaksikan anggotanya menerima penghargaan.

Sementara Ali Topan, suami dari Shintia Umar dan ayah dari Azzahra, anak semata wayangnya.

Mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan yang luar biasa, sehingga mampu bertahan hidup dan mengukir prestasi (syakhruddin)

Bottom ad

Leave a Reply