Antisipasi Penyebaran Covid-19, Gubernur Batasi Kunjungan Warga Asing ke Sulsel

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mendukung rencana pemerintah pusat untuk melakukan pembatasan kunjungan WNA ke Indonesia.

Inline Ad

Hal itu untuk mengantisipasi adanya varian baru Covid-19 yang disebut lebih menular.


Ia mengungkapkan, kebijakan tersebut disambut baik sebagai upaya melindungi masyarakat dari penularan virus khususnya di wilayah Provinsi Sulsel sendiri.


“Oleh karena itu kita sepakat, dan kita akan menjalankan apapun perintah pemerintah pusat untuk mem-protect wilayah masing-masing,” kata Nurdin Abdullah, Rabu (30/12).


Untuk itu, Nurdin Abdullah menekankan, pemerintah tidak boleh kecolongan dengan adanya penularan virus tersebut. Makanya diperlukan pembatasan mobilitas warga untuk menekan laju penularannya.


“Inikan kasus covid ini mulai berkembang varian baru. Jangan sampai kita kecolongan. Jadi saya kira tepat sekali pemerintah untuk secara selektif menerima orang-orang dari luar,” imbuhnya.

Baca Juga:  Dinas PUCKTR Target SPAM Mamminasata Mulai Dikerja Tahun Depan


Diketahui, kebijakan pembatasan kunjungan WNA ini diumumkan secara resmi Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi di Istana Negara, Jakarta, Senin (28/12) lalu. Retno menyebut keputusan itu disepakati pada rapat terbatas kabinet.


Kebijakan itupun telah ditindaklanjuti oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (virus Corona) dengan menerbitkan regulasi yang berisi larangan sementara bagi WNA memasuki wilayah Indonesia, menyusul ditemukannya virus SARS-CoV-2 varian B117 dari Inggris yang bisa menular lebih cepat dibandingkan dengan varian sebelumnya.

“Karena tentu pemerintah mau mem-protect warganya. Kami termasuk di Sulsel, bagaimana  menjaga warga  supaya tidak terjangkit virus korona yang varian baru itu,” papar Nurdin Abdullah.

Baca Juga:  Abdul Hayat Minta OPD Perkuat Pelayanan

Ketua Tim Ahli Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel, Prof Ridwan Amiruddin menuturkan, pemerintah melalui Satgas Covid-19 Sulsel pun masih gencar melakukan pengendalian Covid-19 dengan fokus pada program trisula atau tiga upaya pengendalian Covid-19. Diantaranya, tracking massive, aggressive testing, hingga public health education.


Hanya saja, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, butuh dukungan masyarakat untuk tetap taat menjalankan protokol kesehatan. Di samping, lanjut Ridwan, tracing hingga pemeriksaan diagnosis Covid-19 secara massif harus tetap dilakukan.

“Dalam situasi ini, penerepan test massive sangat diperlukan untuk memisahkan dengan segera yang terkonfirmasi dengan yang sehat,” tandas Ridwan.

(Iin Nurfahraeni)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.