Apa Langkah Politik Anies Pasca Gubernur DKI Jakarta

Top Ad

INIPASTI.COM – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan merespons pertanyaan sejumlah pihak terkait langkah politiknya setelah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Anies menjabat Gubernur DKI hingga Oktober 2022.

Anies mengaku lebih memilih fokus untuk menyelesaikan semua rencananya untuk membangun Jakarta hingga Oktober 2022 mendatang.

Inline Ad

Dilansir di laman Beritasatu, “Sekarang kita tuntaskan tanggung jawab semua ini,” ujar Anies usai memimpin apel kesiapsiagaan menghadapi musim hujan di DKI Jakarta Tahun 2021, di Monas, Jakarta, Rabu 13 Oktober 2021.

Salah satu tanggung jawabnya, kata Anies, adalah menghadapi musim penghujan serta mengendalikan dampaknya khususnya banjir di Jakarta. Pihaknya akan mengerahkan segala sumber daya untuk meminimalisasi dampak banjir tersebut.

“Ini masih menghadapi musim penghujan apelnya untuk menghadapi musim hujan, kita kerjakan itu dulu,” tandas Anies.

Sebelumnya, Anies sudah membocorkan rencananya setelah mengakhiri masa jabatannya pada Oktober Tahun 2022 mendatang. Anies mengaku akan menikmati hidup dengan berkeliling ke Indonesia setelah melepaskan jabatannya sebagai orang nomor 1 DKI Jakarta.

“Jadi abis itu (setelah masa jabatannya), kalau sudah, saya keliling saja ke mana-mana di Indonesia,” ujar Anies dalam acara Workshop Nasional DPP PAN yang disiarkan di Youtube PAN TV sebagaimana dikutip Beritasatu.com, Rabu 6 Oktober 2021.

Anies mengibaratkan menjadi Gubernur DKI Jakarta seperti tahanan kota. Pasalnya, setiap pertemuan nasional, dirinya tidak perlu kemana-mana karena semuanya diselenggarakan di Jakarta.

Termasuk, jika para gubernur menghadap presiden atau mendagri, dirinya tinggal menyeberang Monas menuju Istana Negara atau kantor Kemendagri.

“Gubernur DKI itu nama resminya, nama senyatanya adalah tahanan kota karena nggak bisa pergi-pergi. Saya ini terakhir ke Bali mungkin 2 tahun, bukan karena penutupan saja, karena memang tugas Gubernur DKI Jakarta itu, ada pertemuan nasional pun tinggal menyeberang Monas.

Dipanggil Presiden pun, semua gubernur dipanggil, tinggal menyeberang Monas. Kementerian Dalam Negeri mengumpulkan, tinggal menyeberang Monas,” ungkap dia.

Dalam sisa masa jabatannya, Anies akan memberikan yang terbaik dengan menuntaskan pekerjaan-pekerjaan yang mesti dilakukan dalam 5 tahun ini.

Hal ini penting, kata dia, agar masyarakat percaya pada demokrasi dan mempertanggungjawabkan apa yang dipercayakan kepadanya.

“Saya hanya berharap semua yang dikerjakan di sini tuntas sehingga orang percaya pada proses demokrasi. Karena saya ini calon gubernur yang tidak sengaja jadi calon gubernur.

Saya tidak pernah membayangkan bahwa akan menjadi calon gubernur Jakarta. Dan yang bekerja untuk proses pemenangan kemarin barangkali banyak bapak ibu sekalian yang ikut terlibat,” tutur Anies.

“Yang iurannya luar biasa, iuran tenaga. Jadi yang ada dalam benak saya adalah ini dituntaskan, bisa lapor kepada umat, kepada masyarakat, amanat sudah dijalankan dengan baik. Tuntas.

Nah sesudah itu saya jadi orang bebas. Sambil orang bebas saya menikmati keliling ke mana-mana,” pungkas Anies menambahkan. (syakh/beritasatu)

Bottom ad

Leave a Reply