Appi-Rahman Janjikan Listrik Gratis, Begini Caranya!

INIPASTI.COM, MAKASSAR, – Permasalahan sampah menjadi bagian dialog antara Calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar, Munafri Arifuddin-Rahman Bando (Appi-Rahman) dan warga, di kampanye virtual, Kamis (29/10/2020). Karut marut permasalahan sampah di Kota Makassar, sudah disiapkan solusinya oleh pasangan nomor urut 2 ini.

Misalnya, saat salah satu warga yang bertanya bagaimana cara Appi-Rahman nanti menyikapi pengelolaan sampah di TPA Tamangapa. Appi menjawab, keberadaan TPA di Tamangapa, tidak boleh menjadi beban warga di sekitarnya. Justru, harus ada nilai ekonomisnya.

Inline Ad

“TPA Tamangapa tidak boleh jadi beban warga. Appi-Rahman menegaskan, warga Tamangapa tidak boleh hanya kebagian bau sampahnya saja. Harus ada uang didapat dari situ, harus ada nilai ekonomisnya,” kata Appi bersemangat.

Baca Juga:  DPP Gerindra Resmi Serahkan Rekomendasi Format B1 KWK ke Danny-Fatma

Bagaimana caranya? Appi kemudian menjabarkan. Seperti, pembuatan Pembangkit Listrik Bertenaga Biomasa Sampah atau PLTSa. “Sampah yang menumpuk itu ada manfaatnya kalau dikelola dengan baik. Kita buatkan pembangkit listrik misalnya. Ini yang belum ada,”lanjut Appi.

Dengan adanya pembangkit listrik bertenaga sampah itu, lanjut Appi, manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. “Listrik warga sekitar TPA bisa kita gratiskan,”papar Appi lagi.

Di bidang penyerapan tenaga kerja, pembangkit lisrik tenaga sampah itu tentu berdampak signifikan. Program pembangunan PLTSa itu pasti membutuhkan tenaga kerja. “Begitu juga kalau nanti sudah beroperasi, pasti akan menyerap tenaga kerja. Jadi saya ulangi, warga tidak boleh hanya kebagian baunya sampah saja. Harus ada manfaat yang didapat,”tutup Appi.

Baca Juga:  Lippo Group Berkunjung ke Unhas Bahas Kerjasama Berbagai Bidang

Sementara itu, Rahman Bando menyambung dengan mengkritisi kinerja pemerintahan selama ini dalam pengelolaan sampah. Yang jauh dari janji dengan bukti. “Dulu janjinya sampah akan dipilah-pilah. Tapi buktinya, sampah diangkut dikasi naik di truk yang sama, ditumpah di tempat yang sama,”tukas Rahman.

“Akhirnya, ketika sampai di TPA, jadi susah mau dipisah-pisah. Mana sampah organik, mana sampah yang bisa diolah dan yang tidak bisa diolah,”demikian Rahman.

(Muh. Seilessy)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.