Asita Sulsel Sesalkan F8 Batal Digelar

Penampilan 1700 pelajar pada pembukaan Makassar F8 di Anjungan Bugis-Makassar, Rabu, (6/9/2017). (Foto:Sule).
Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Pemerintah kota Makassar dalam hal ini Dinas Pariwisata telah memastikan pagelaran event bertaraf internasional, Eight Festival and Forum atau F8 batal digelar.

Setelah sebelumnya, Dispar Makassar belum dapat memastikan tanggal pelaksanaan, ternyata event yang masuk sebagai 10 top event terbesar dan favorit di Indonesia dan masuk dalam kalender event nasional oleh Kementerian Pariwisata akhirnya dibatalkan.

Beberapa pihak sangat menyayangkan, pembatalan gelaran F8 yang setiap tahun di fokuskan di Anjungan Pantai Losari ini. Salah satunya, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Asosiasia Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia , Didi L Manaba.

Ia sangat menyayangkan, karena event ini sudah masuk dalam kalender kegiatan nasional, namun Pemkot justrul membatalkan ini. Padahal untuk masuk dalam dalam event nasional butuh proses dan persyaratan yang tidak gampang.

“Sangat disayangkan, pembatalan event F8 ini padahal sudah masuk dalam event nasional. Karena untuk masuk dalam event nasional butuh proses dan persyaratan tidak gampang.”terang Didi.

Baca Juga:  Kunjungi Lakkang, Delegasi Uni Eropa Takjub Keindahannya 

Untuk itu, Didi meminta dengan waktu yang tersisa ini harus ada komunikasi yang lebih intens antara Dinas Pariwisata, Stakeholder dan Kementerian Pariwisata, karena tentu Kemenpar sudah menganggarkan dan memprogramkan  memasukkan dalam agenda internasional ini justru batal.

“Saya harap ini bisa dikomunikasikan lagi, kalau meragukan masalah penganggaran inikan bisa dibicarakan oleh pemangku kepentingan  dan stakeholder untuk kebijakan ini,saya rasa solusinya ada pembicaraan Pemkot dalam hal ini Dinas Pariwisata,”katanya.

Sementara itu mengenai Asita telah memasukkan F8 dalam paket wisata namun akhirnya batal digelar tahun ini, Didi menjelaskan jika pihaknya akan menjual paket wisata, kalau sudah ada tanggal pasti pelaksanaannya, kalau belum tentu tidak akan menjual paketnya. “Kami akan memasukkan ke dalam paket wisata jika sudah ada tanggalnya, tapi kalau belum pasti tentu paketnya tidak akan kami pasarkan dalam event yang diikuti,”ungkapnya.

Baca Juga:  Nurdin Abdullah: Masyarakat Pulau Harus Jadi Perhatian

Terkait dengan rasionalisasi anggaran dimana akhirnya anggaran Rp 3,8 miliar yang dialokasikan untuk event F8 dikembalikan untuk program prioritas. Didi mempertanyakan program tersebut, “Kalau programnya masuk akal untuk pengembangan destinasi pariwisata sah saja dilakukan, tapi kalau anggarannya tidak untuk membangun pariwisata sangat disayangkan. Ini akan jadi tanya oleh Kementerian Pariwisata, di satu sisi orang berlomba menyelenggarakan event di sisi lain ini di stop, bisa jadi image buruk buat daerah tersebut,”ujarnya

Sementara itu, Ketua PHRI Anggiat Sinaga mengaku jika dari Stakeholder pariwisata masih berharap event ini akan digelar karena semakin banyak event maka akan semakin besar peluang wisatawan akan datang ke Makassar dan akan berdampak positif terutama untuk tingkat hunian hotel.

Baca Juga:  Pangdam: Prajurit Harus Kuasai Cyber Technology

(Iin Nurfahraeni/ Resti Setiawati)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.