Atasi Pak Ogah, BPTD Wilayah XIX Sulselbar Bentuk Tim

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XIX Sulselbar,Benny Nurdin Yusuf (Istimewa)

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Keberadaan ‘pak ogah’ yang sering kali membantu membantu menyeberangkan kendaraan di belokan jalan, terutama jalan protokol terus mendapat sorotan termasuk dari Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah .

Untuk itu, secara khusus NA pun
meminta instansi terkait untuk mengatasi persoalan tersebut, karena telah meresahkan terutama pengendara kendaraan.

Menurutnya, kehadiran Pak Ogah yang semakin menjamur di jalanan Kota Makassar justru memperlambat arus lalu lintas.

“Saya sudah minta ini, Dinas Perhubungan agar ditertibkan. Coba bersinergi dengan (pemerintah) kota,” kata Nurdin Abdullah.

Ia menambahkan, Pak Ogah itu hanya memberi jalan ke pengendara yang membayar. Sehingga, dapat menimbulkan kemacetan yang panjang.

“Ini Pak Ogah, siapa yang kasih duit itu yang dikasih lewat. Kadang hanya persoalan Pak Ogah macet itu panjang sekali, setelah melewati Pak Ogah udah plong jalannya,” sebutnya.

Baca Juga:  Target WTP, Kemenag RI Terapkan Nilai Budaya Kerja

Terkait banyaknya keluhan tersebut, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XIX Sulselbar telah menggelar rapat bersama instansi terkait, Senin lalu di Kantor BPTD Wilayah XIX.

“Kami mengundang pihak balai jalan, aparat TNI lengkap, dari Darat, Laut, dan Udara. Juga dari Ditlantas Polda diwakili oleh Pak Kasubdit Kamsel Pak Aditya Reza dan dari Polrestabes Pak Samuel. Ada juga dari Satpol-PP dari kota dan provinsi, dari sosial dan dari kami. Tapi sayang Dinas Perhubungan kota dan provinsi tidak hadir,” ungkap
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XIX Sulselbar,
Benny Nurdin Yusuf.

Benny menegaskan, masalah Pak Ogah sudah menjadi keresahan masyarakat sehingga memang perlu dicari formulasi yang tepat untuk memberantas keberadaannya.

Baca Juga:  Klarifikasi Foto Hebohnya, Ibu Kepsek Minta Maaf

Hasil kesepakatan bersama dalam rapat, kata Benny, akan dibentuk tim yang merupakan gabungan berbagai unsur, untuk menindak dan menertibkan keberadaan Pak Ogah di jalan-jalan.

“Kita akan membentuk tim, dan SK-nya nanti akan kita usulkan ke Pak Gubernur,” jelas Benny.

Dia mengemukakan, tim tersebut beranggotakan aparat dari TNI, Kepolisian, Satpol PP, dan instansi terkait lainnya. Tim tersebut modelnya seperti Garnisun yang akan berpatroli tiap hari menertibkan Pak Ogah tersebut.

“Bentuknya seperti tim garnisun. Patroli tiap hari kita buat seperti itu. Mereka akan bekerja baik persuasif dan preventif,” ungkapnya.

(Iin Nurfahraeni)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.