Awal Tahun, Pemprov Sulsel Akan MoU dengan Jepang

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (Istimewa)

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menyampaikan hasil kunjungannya bersama rombongan ke Jepang yang dilakukan beberapa waktu lalu dilakukan. Kunjungan yang dilakukan ke sana untuk menjajaki potensi kerja sama antara dua daerah pada berbagai bidang.

“Kemarin kita ke Jepang melihat akuakultur, pengembangan budi daya tuna. Kalau selama ini orang pergi pancing, sekarang kita budi daya. Bayangkan satu keramba, Kadis Perikanan dan Kelautan juga itu lihat isinya, ada 1.500 tuna dengan berat 100 Kg satu ekor. Nilai jual Rp27 miliar,” kata Nurdin Abdullah usai menghadiri acara pengarahan MenpanRB di Gedung Celebes Convention Center (CCC), Makassar kamis kemarin.

Namun, Ia mengungkapkan untuk masa pemeliharannya panjang, karena musim dingin, di sana pemeliharaannya hingga tiga tahun. Kalau Indonesia, sebutnya, mungkin cuma 1,5 tahun.

Baca Juga:  Perlu Gerakan Massif Jadi Petani

NA mengunjungi pabrik pengolahan ikan terintegrasi Uwajima Project. Rombongan ini juga mengunjungi pabrik pengolahan garam di Hakata Salt, di Kota Imabari, 70 Km dari Matsuyama yang merupakan Ibukota Prepekture (Provinsi) Ehime.

“Waktu ke Jepang itu, mereka produksi garam padahal bukan produsen garam, itu dia (bahan) dari Brasil dari mana-mana daerah lain garamnya. Makanya, di (kabupaten) Jeneponto hadirkan, coba kita buat pabrik garam di Jeneponto. Petani garam kita tidak lagi pusing untuk hasil garamnya,” ujarnya.

Sebagai lanjutan dari kunjungan tersebut. NA menyampaikan, pada tanggal 14 Januari tahun depan, dipimpin oleh Gubernur Ehime akan ke Indonesia. Tanggal 15 berada di Makassar.

Baca Juga:  Dua Koperasi Sulsel Diusulkan Salurkan Kredit UMi

“Kita teken MoU termasuk akuakultur. Pengusahanya ada 13 pengusaha besar, termasuk perbankannya hadir untuk back-up ini. Untuk akuakultur, tetapi lebih ke pengembangan kapasitas para nelayan kita. Jadi transfer teknologi dan knowledge,” paparnya.

Selain itu di negeri sakura itu, NA dan rombongan berkunjung ke Pabrik Mobil Toyota Ehime, perkebunan, peternakan dan juga tempat pengolahan sampah, dimana sampah diolah menjadi energi.

“Insenerator ini akan menjadi contoh, kita Makassar dulu, jadi waste to energi, dari sampah menjadi energi, menjadi gas,” sebutnya.

(Iin Nurfahraeni)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.