Bantah Ada OTT, Jubir Gubernur: Kita Hormati Prosesnya

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Pasca Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap lima orang termasuk mengamankan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Sabtu dini hari, di Rumah Jabatan Sulsel

Inline Ad

Juru Bicara Gubernur Sulsel, Veronica Moniaga memberikan klarifikasinya bahwa tidak benar jika orang nomor satu di sulsel itu diamankan melalui proses  (OTT).

“Tidak ada OTT, pak Gubernur (Nurdin Abdullah, red)  dijemput secara baik di Rumah Jabatan Gubernur pada dini hari, ketika sedang beristirahat bersama keluarga,” katanya Veronica di Rumah Jabatan (Rujab)
, Sabtu (27/2)

Walaupun begitu, Veronica mengaku belum mengetahui penyebab Bapak dijemput sekali lagi secara baik.

Baca Juga:  Mitra Dinas PUPR Sulsel Sumbang Satu Ton Beras dan 500 APD

“Saya belum mengetahuinya, namun pak Gubernur (Nurdin Abdullah, red) sebagai warga negara yang baik mengikuti prosedur yang ada, mengingat bahwa berdasarkan keterangan petugas KPK yang datang,kalau beliau saat ini akan dimintai keterangan sebagai saksi,” sebutnya.

Lebih jauh, Veronica menyebutkan jika Gubernur berangkat bersama ajudan dan petugas KPK, tanpa disertai adanya penyitaan barang bukti, karena memang tidak ada barang bukti yang dibawa serta dari Rujab Gubernur.

“Mari kita sama-sama menunggu dan menghormati proses pemeriksaan yang berjalan,” imbuhnya.

Sebelumnya, dalam penangkapan tersebut, Nurdin Abdullah diamankan di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan No:Sprin.Lidik-98/01/10/2020.

Tim KPK turut mengamankan beberapa orang antara lain :

Baca Juga:  Surat Edaran Wagub Dipertanyakan, antara Kompetensi atau Kelalaian Staf

1. Agung Sucipto ( Kontraktor, 64 Thn);
2. Nuryadi ( Sopir pak Agung, 36 Thn);
3. Samsul Bahri ( Adc Gubernur Prov. Sulsel, Polri,  48 Thn);
4. Edy Rahmat (Sekdis PU Provinsi Sulawesi Selatan);
5. Irfandi ( Sopir Edy Rahmat)

Selain itu, barang bukti yang diamankan oleh Tim KPK yaitu 1 (satu)  koper yang berisi uang sebesar Rp. 1 Milyar yang di amankan di Rumah Makan Nelayan Jl. Ali Malaka, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar.

(Iin Nurfahraeni)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.