Bawaslu Diminta Awasi Jual Beli Dukungan KTP dan Intimidasi Warga

Koordinator tim kerja pemenangan, Moch Hasymi Ibrahim.
Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR — Tim Kerja Pemenangan Bakal Calon Wali Kota Makassar, Muhammad Ismak kembali bergerak dengan sosialisasinya di darat dengan melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah sekaligus mengumpulkan dukungan KTP.

Bakal calon walikota Muhammad Ismak sebelumnya dikabarkan mengambil ancang-ancang untuk menempuh jalur perseorangan karena itu timnya membentuk gerakan Seribu Juru Bicara yang bergerak di semua kecamatan dengan target langsung ke warga yang tercatat sebagai pemilih.

“Sudah dua pekan tim bergerak untuk secara terfokus ke warga guna bersosialisasi dan mengumpulkan dukungan warga,” ungkap koordinator tim kerja pemenangan, Moch Hasymi Ibrahim, Senin 13 Januari 2019.

Baca Juga:  Repnas Beberkan Alasan Jokowi-Ma'ruf Kalah di Sulsel

Hanya saja menurut Moch Hasymi Ibrahim, tim menemukan kendala karena massifnya jual beli dukungan KTP di warga yang dilakukan tim lain. Juga intimidasi secara halus untuk menghalangi warga memberikan dukungan KTP.

“Saya tidak perlu sebutkan tim mana itu tapi yang pasti ini sesuatu yang tidak sehat bagi politik demokrasi kita. Dan kami menyayangkan hal itu, bagaimanapun kami sejak awal kami menolak tranksasi uang dalam kontestasi Politik seperti Pilwakot karena bagi kami pemilu rakyat itu adalah sarana bagi rakyat untuk menentukan siapa pemimpinnya secara rasional bukan dengan mencederainya dengan hal-hal pragmatis,” urai Hasymi.

Baca Juga:  Legislator Sulsel Ini Optimis Anis-Sandiaga Menang di Pilgub DKI

Karena itu pihaknya berharap kepada setiap pihak terkait terutama lembaga seperti Bawaslu mau menertibkan jual-beli dukungan KTP di warga ini.(#)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.