Bebas Awal Tahun, Ahok Ingin Bertemu dengan Meri Hoegeng

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Sumber:Internet)

INIPASTI.COM, DEPOK – Basuki Tjahaja Purnama  secara khusus mengutarakan keinginannya bertemu dengan Meri Hoegeng, yang merupakan istri mantan  Kapolri Hoegeng Imam Santoso.

Ia pun menyampaikan doa agar Meri yang sedang sakit bisa cepat sembuh. Hal ini diungkapkan,  Fifi Letty Indra, adik dan pengacara Ahok, saat mengunggah surat berisi tulisan tangan kakaknya itu di akun Instagram pribadi. Dalam surat tersebut, tertanggal tertanggal 16 Desember 2018 dan ditulis dari Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, lokasi Ahok menjalani hukuman penjara selama ini, seperti dilansir dari Tempo.co

Seperti diketahui, Meri Hoegeng, pemilik nama lengkap Meriyati Roeslani, dikabarkan sedang terbaring sakit di rumah sakit. Suaminya, Hoegeng telah meninggal 2004. Semasa menjadi kapolri, Hoegeng dikenal berani, jujur dan sederhana.

Baca Juga:  Sempat Bercanda Ria dengan Cucu-cucunya, Ani Yudhoyono Meninggal Dunia di Singapura

Meri yang mewarisi kesederhanaan suaminya pernah menulis dan berkirim surat kepada Ahok pada Desember 2016. Saat itu surat diantar anak dan cucunya ke Rumah Lembang, rumah pemenangan pilkada Ahok-Djarot. Isinya, doa dan dukungan untuk berjuang di jalan kebenaran dan kejujuran.

Berikut ini isi surat yang ganti ditulis Ahok kepada Meri Hoegeng tepat dua tahun berselang, selengkapnya,

Yth Ibu Meri Hoegeng

Cepat sembuh ya bu, saya sudah jadwalkan untuk mengunjungi Ibu dirumah ketika sudah bebas. Saya segera bebas di 24 Januari 2019. Tuhan dan juga kami saya sama ibu

 

Baca Juga:  Gubernur Ehime Serahkan Donasi Korban Tsunami dan Gempa ke JK

Salam dari Mako Brimob
BTP
16-12-2018

Seperti diketahui Ahok gagal dalam Pilkada DKI setelah divonis terbukti bersalah oleh majelis hakim untuk dakwaan penistaan agama pada 9 Mei 2017. Proses pengadilan terhadap Ahok yang kala itu sedang terlibat kontestasi Pilkada DKI digelar di bawah tekanan demonstrasi massa yang besar.

Ahok diadli untuk penggalan kalimat pidatonya yang diviralkan secara tak utuh dan mengalami editing. Namun Ahok memilih menerima menjalani hukuman yang diberikan tanpa banding.

(Iin Nurfahraeni)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.