Begini Keseriusan IYL Susun Disertasi Gelar Doktor di Unhas

Ichsan Yasin Limpo.
Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Keseriusan Ichsan Yasin Limpo (IYL) menjalankan kewajiban dan haknya sebagai mahasiswa program doktoral di Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Dengan menyusun disertasi untuk persiapan ujian seminar dalam waktu dekat ini.

“Saya melanjutkan pendidikan di pasca sarjana Unhas bukan karena mengejar gelar doktor. Tetapi saya mau menggali banyak pengetahuan untuk saya jadikan konstribusi bagi bangsa dan anak cucu kita ke depan,” kata IYL saat ditemui di sela-sela keseriusannya menyusun Disertasi, Minggu (03/12/2017).

Ichsan yang sudah melakukan penelitian di tujuh negara tentang penerapan pendidikan dasar, selama beberapa hari terakhir waktunya banyak tersita untuk persiapan ujian seminar hasil penelitian.

Jika tak ada aral melintang, Ichsan yang tercatat sebagai kepala daerah pertama di Indonesia yang menerapkan Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) di Gowa, menargetkan untuk ujian seminar hasil penelitian Desember tahun ini.

Baca Juga:  KPI FDK UIN Alauddin Makassar PPL di media penyiaran

“Doakan semoga tidak ada kendala ujian seminar hasil bisa saya jalani Desember sebelum ujian tutup pra pomosi,” tambah Ichsan yang juga berniat maju mewakafkan diri membangun Sulsel di Pilgub 2018 mendatang.

Sesuai rencana, Ichsan yang juga alumni terbaik Lemhanas, ditargetkan bisa melakukan ujian promosi doktor akhir bulan ini, atau paling lambat awal tahun depan.

Jauh sebelum fokus melakukan penyusunan disertasi, IYL terlebih dahulu banyak menghabiskan waktunya melakukan studi komparasi di tujuh negara yang konsep pendidikannya lebih maju.

Di setiap negara yang dijadikan lokasi penelitian, Ichsan tidak sekadar melakukan wawancara semata. Lebih dari itu, turun langsung mengamati dan berinteraksi di lapangan.

Baca Juga:  Pilih Ketua Baru, IKA Lintas Angkatan SMA Negeri 5 Makassar akan Adakan Mubes

Di Finlandia misalnya yang pernah menjadi negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia, IYL benar-benar banyak menggali penerapan pendidikan dan kebijakan pemerintah.

Mulai tentang mata kurikulum, jam belajar, interaksi siswa dan guru, kualitas tenaga pendidik, fasilitas pendukung, alokasi anggaran, maupun dalam hal mengarahkan potensi yang dimiliki peserta didik.

Selain itu, di hampir semua negara yang dijadikan studi komparasi, IYL juga mendapatkan beberapa kesamaan seperti yang diterapkan di Gowa dengan tidak mengenal istilah tinggal Kelas.

(Muh. Seilessy)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.