Site icon Inipasti

Beradu Skill di Ajang “Welder Competition II” Makassar

INIPASTI.COM, MAKASSAR-
Hari pertama kejuaraan pengelasan tingkat perguruan tinggi seluruh Indonesia yang berlangsung di workshop pengelasan kampus politeknik ATI Makassar.

Kegiatan ini diadakan oleh himpunan mahasiswa mesin Politeknik ATI Makassar (HMM POLTEK ATIM), Rabu hingga Jumat,24-26 Juli 2019.

Ketua umum HMM POLTEK ATIM menyatakan, “Pada welding Competiton I tahun 2014, kalau saya nda salah, pelaksanaan welding skill competition satu itu target pesertanya cuma skala siswa se sulawesi selatan (sulsel) di welding skil competition dua ini kita berusaha tingkatkan, kita mengambil skala mahasiswa secara nasional karena ini ada 4-5 provinsi yang terlibat di dalamnya.

Aktivis yang kerap juga disapa pak ketua ini menambahkan, kegiatan ini sekaligus sebagai pemantik semangat para angkatan muda khusunya mahasiswa dan dunia pengelasan dan kegiatan ini juga selain beorientasi untuk promosi kampus, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri terhadap rekan-rekan dalam himpunan mahasiswa mesin itu sendiri karena kita sudah punya wadah, tinggal nanti kita tuangkan apa yang telah didapat, tutupnya.

Kampus-kampus yang mengirim welder terbaiknya dalam kejuaraan ini adalah, Universitas hasanuddin Makassar(unhas), Sekolah Tinggi Teknologi Mandala Bandung (STTM), Politeknik Bosowa Makassar, Akademi Teknik Soroako, Politeknik Industry Logam morowali,universitas muhammdiyah Jakarta (UMJ), Universitas Haluoleo Kendari, Politeknik Negeri ujung pandang (PNUP), Universitas Fajar(Unifa),dan Tuan rumah Politeknik ATI Makassar.

Salah satu peserta perwakilan kampus UMJ, Dwi Erlangga menargertakan harus juara dalam welder competition kali ini. Dia juga mengungkapakan “ini pertama kali ikut lomba ya ada rasa gugup terus gemetaran cuman saya berusaha buat santailah,” katanya.

Pengelesan juga sangat vital perannya dalam dunia industri mesin, logam dasar dan otomotif, saat ini dalam bidang pengelasan merupakan sektor yg menyerap banyak tenaga keja sehingga para welder sangat dibutuhkan dalam dunia industry manufactur.

Dalam babak kualifikasi di hari pertama ini 25 peserta lomba melakukan tes tulis dan tes rigi-rigi. Dalam tes rigi-rigi ini salah satu juri dari Asosiasi pengelasan Indonesia (API), Muh Setiawan Sukardin yang diwawancarai inipasti.com sebelum perlombaan dimulai, membeberkan metode penilaian dalam tes rigi-rigi ini, “metodenya berdasarkan pengukuran, kesempurnaan hasil pengelasan, penerapan k3 kemudian kita mencoba mengubah dari system kualitatif menjadi kuantitatif itu caranya menilai, jadi cacat yang satu cacatnya tentu kita konversi menjadi 8 nilainya tapi kalau dua cacatnya, konversi kelima tiga cacatnya di konversi ke satu.

Ketua API Indonesia wilayah sulsel ini juga berharap, output dari perlombaan ini agar masyarakat semakin mengenal bahwa dunia pengelasan sebenarnya spektrumnya sangat luas. Dia bagian dari solusi untuk menjemput atau mengelola bonus demografi di Negara kita yang pemudanya sangat banyak dan angkatan kerja produktifnya sangat banyak” pungkasnya.
-Muslimin-

,

Exit mobile version