BMKG Publikasi Peringatan Dini dalam 3 Menit dengan Data Terbatas

Top Ad

INIPASTI.COM — Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menjelaskan peringatan dini tsunami seringkali berubah-ubah dalam informasi awal bencana karena pembaruannya berkala dan membutuhkan kecepatan, sementara data masih terbatas.

Dilansir dilaman CNN, Dwikorita mengatakan, monitoring gempa bumi BMKG selalu mengandalkan kecepatan. Saat tiga menit pertama setelah terjadinya gempa bumi, BMKG akan langsung memberikan peringatan dini gempa susulan, gempa berpotensi tsunami, atau tidak berpotensi tsunami.

Inline Ad

Namun data yang terkumpul dalam tiga menit pertama itu sangatlah terbatas. Sehingga BMKG selalu memberikan informasi peringatan dini lanjutan.

“Dalam memberikan peringatan dini, perlu update data karena harus dipaksa mengeluarkan peringatan dini dalam tiga menit pertama yang datanya itu sangat terbatas,” kata Dwikorita dalam konferensi pers, Selasa 14 Desember 2021.

Setelah memberikan peringatan dini pertama, BMKG akan terus memantau pergerakan lempeng tektonik dan ketinggian muka air laut menggunakan tide gauge.

Setelah lebih dari tiga menit, data yang terkumpul biasanya lebih lengkap dan akan diberikan informasi peringatan dini lanjutan.

“Setelah menit ke-3, jumlah data masuk yang dianalisis sudah lebih optimal sehingga perlu dilakukan update, karena dalam sistem informasi gempa bumi dan tsunami yang diperlukan kecepatan bukan akurasi,” tutur Dwikorita.

Sebelumnya BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami di Maluku, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara pasca gempa magnitudo 7,4.

BMKG mengeluarkan total 4 peringatan dini terkait gempa tersebut. Pertama, BMKG mengeluarkan peringatan dini gempa magnitudo 7,5 berpotensi tsunami di Maluku, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.

Pada peringatan dini kedua, BMKG melakukan penyempurnaan data dan menyebut gempa tersebut berkekuatan magnitudo 7,4 dan perubahan status dari waspada menjadi siaga.

Peringatan dini ketiga yang dikeluarkan BMKG berupa ketinggian muka air laut mencapai 7 centimeter di perairan Maluku dan NTT. Kemudian di peringatan dini terakhir, BMKG menghentikan peringatan dini tsunami (syakh/cnn)

Bottom ad

Leave a Reply