BPK Aceh Studi Banding di Bapenda Sulsel

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Badan Pendapatan Daerah Sulawesi Selatan beberap tahun terakhir terus melakukan inovasi memudahkan masyarakat dalam memperolh pelayanan pajak. Untuk itu, Puluhan anggota Badan Pengelola Keuangan (BPK) Provinsi Aceh melakukan studi banding di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel, Rabu (16/1/19).

Mereka memuji inovasi Bapenda Sulsel dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Sulsel. Rombongan BPK yang beranggotakan staf dan kepala bidang dipimpin oleh Kepala BPK Aceh Jamaluddin dan diterima Kepala Bapenda Sulsel Tautoto Tanaranggina didampingi Sekretaris Bapenda Kemal Redindo Syahrul Putra, empat kepala bidang, dan staf terkait.

Dalam pertemuan tersebut, Tautoto menjelaskan bahwa pada tahun lalu Bapenda Sulsel berhasil melampaui target pajak daerah. Tahun 2018 target pajak daerah  sebesar Rp 3.514,074.500.000 namun berhasil dicapai Rp 3.523.541.829.793 atau sebesar 100,27 persen.

Baca Juga:  Provinsi Sulsel Terkontrol Inflasinya

Ia menambahkan, untuk mencapai target tersebut Bapenda Sulsel menggunakan strategi total football yakni semua staf, tidak saja dibagian pelayanan, turun ke lapangan mencari tunggakan pajak kendaraan.

“Di hari libur pun kami tetap turun ke lapangan untuk mencari kendaraan yang menunggak pajak. Semua staf harus turun mencari tunggakan pajak kendaraan,” katanya.

Selain itu, bapenda juga membuka layanan unggulan seperti samsat lorong, samsat drive thru yang buka hingga malam, mobile banking, samsat pembantu, kedai samsat, dan layanan unggulan lainnya yang memanjakan wajib pajak.

Mendengar penjelasan tersebut, Jamaluddin mengatakan akan mengkaji layanan ungulan di Sulsel untuk diterapkan di Aceh.

Baca Juga:  Bisnis Akik Meredup, Pedagang Ini Pilih Bertahan

Ia juga memuji sistem informasi teknologi (IT) di Bapenda Sulsel yang menerapkan sistem keterbukaan, yakni masyarakat atau wajib pajak dapat mengetahui tagihan pajak kendaraannya sebelum membayar pajak.

Jamal juga memuji aplikasi sistem pajak daerah (sipada) milik Bapenda Sulsel yang dapat mengetahui jumlah pemasukan pajak di 25 UPT di Sulsel secara real time.

“Memang banyak hal-hal yang ada di Sulsel ini tidak ada di Aceh, kami berharap apa yang ada di Sulsel dapat diterapkan di Aceh untuk meningkatkan PAD Provinsi Aceh yang sebelumnya bernama Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

(Iin Nurfahraeni)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.