BPN Kritik Rencana Kenaikan Gaji PNS, Ini Respons TKN

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, merespons kritik perihal rencana kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sumber Ilustrasi: Pexels.com
Sumber Ilustrasi: Pexels.com

JAKARTA — Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, merespons kritik perihal rencana kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. TKN menilai, kritik itu merupakan bentuk kecemburuan BPN terhadap kebijakan yang menyejahterakan rakyat.

“Pernyataan BPN itu bukan kritik. Kalau kritik kami dengarkan, tapi ini sikap kecemburuan atas kinerja yang baik karena mereka gagal untuk menampilkan program yang lebih baik,” kata Wakil Ketua TKN Johnny G Plate, pada Rabu (13/3).

Baca Juga:  Prabowo Dijadwalkan Kampanye Akbar di Makasar Pekan Ini

Menurut dia, aneh bila saat ini Jokowi sebagai petahana dilarang mengambil kebijakan. “Apa pemerintah saat ini tidak boleh mengambil keputusan sampai selesai pemilu?” ujar Jhonny.

BPN telah mengkritik rencana pemerintah menaikkan gaji PNS sebelum pilpres dilaksanakan pada 17 April mendatang. BPN menilai momen kenaikan gaji PNS kurang tepat sebab petahana masih akan mengikuti kontestasi pilpres.

BPN beranggapan renacana kenaikan gaji PNS sarat kepentingan politis. Mereka mengkhawatirkan hal itu merupakan strategi untuk mendongkrak suara.

Baca Juga:  Kejati Didesak Usut Tuntas Kasus Dana Bansos Enrekang

TKN telah menegaskan bahwa kebijakan tersebut murni untuk meningkatkan kesejahteraan PNS. TKN pun menolak bila kebijakan tersebut diklasifikasikan sebagai politik uang. (MDS01)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.