Bukan Hanya Tol Mamminasata, Proyek Ini juga Pernah Dikeluarkan dari PSN

Ilustrasi Proyek Jalan Tol (Liputan 6.com)


INIPASTI.COM, MAKASSAR – Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Mamminasata, telah resmi dikeluarkan dimana termuat dalam Peraturan Menko Perekonomian nomor 9 tahun 2022.


Proyek ini sebenarnya bukan yang pertama pernah dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat, di tahun 2020 dalam Peraturan Presiden nomor 109 tahun 2020 setidaknya ada empat proyek keluar dari PSN di Sulsel.

Inline Ad

Yang kemudian ini tergantikan dengan tiga Proyek lainnya.


Merujuk Kebelakang, dalam Perpes nomor 3 tahun 2016 ada 10 proyek masuk dalam PSN, yaitu Kereta Api Makassar-Parepare tahap I dari pengembangan jalur barat selatan bagian Sulawesi, Makassar New Port, Kawasan Industri Bantaeng, Smelter di Bantaeng, Bendungan Karraloe, Bendungan Passeloreng, Bendungan Pammukulu, Bendungan Jenelata, Pembangunan infrastruktur energi asal sampah, dan Spam Mamminasata.


Sedangkan dalam Perpres 109 tahun 2020, ada empat proyek keluar yaitu Bendungan Jenelata, SPAM Mamminasata, Smelter dan Pembangunan Infrastruktur Energi asal Sampah.

Keluarnya proyek tersebut, tergantikan dengan proyek Jalan Tol Maros-Sungguminasa-Takalar dan Kawasan Industri Takalar dan sektor irigasi Pembangunan Bendung dan Jaringan Irigasi Daerah Baliase.


Provinsi Sulsel kemudian mendapat porsi PSN yaitu sebanyak 9 proyek dimana dua diantaranya telah dirampungkan yaitu Bendungan Karraloe yang menghubungkan antara Jeneponto dan Gowa, serta Bendungan Passelorang di Kabupaten Wajo, dimana ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo secara langsung.


Tahun 2022, Pemerintah menargetkan merampungkan sejumlah PSN yang sedang proses konstruksi dan terus dilakukan evaluasi. Dimana dari hasil evaluasi terhadap 208 proyek dan 10 program tersebut, Pemerintah memutuskan mengeluarkan delapan program diantaranya berada di Sulsel Jalan Tol Mamminasata.

Kepala Bappedalitbangda Andi Darmawan Bintang mengatakan Jalan Tol Mamminasata, dalam perencanaanya ini menghubungkan empat kabupaten dan memiliki peranan terhadap perekonomian di sana. Tentunya ini membutuhkan biaya yang besar, sehingga kemudian didorong ke Pemerintah Pusat bahkan saat dilaksanakan Musrebangnas juga ini mendapat respon positif.


“Jalan tol ini merupakan kawasan antar kabupaten regional yang menghubungkan empat kabupaten, ini memang membutuhkan biaya besar, serta memberikan pengaruh yang besar terhadap ekonomi sehingga didorong ke Pemerintah Pusat, karena jika berharap pada APBD, ini tidak bisa. Dan ini mendapat respon positif,” jelasnya


Namun, Darmawan mengaku memaklumi jika kemudian ini dikeluarkan berdasarkan hasil evaluasi karena berbagai pertimbangan , salah satunya penyelesaiannya tidak bisa dalam waktu dekat.


“Tentu ada pertimbangan, termasuk rentang waktu penyelesaian di 2024, ” jelasnya.


Namun, Darmawan berharap proyek ini akan tetap mendapat prioritas dari Pemerintah pusat, seperti PSN yang dikeluarkan kemudian kembali didorong diantaranya Bendungan Jenelata dan SPAM Mamminasata.


“Kami harap ini akan tetap terbangun seperti Bendungan Jenelata dan SPAM Mamminasata,” sebutnya.


(Iin Nurfahraeni)

Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.