Busranuddin Baso Tika Tolak Diperiksa Bawaslu Makassar Soal Money Politik

Busrahnuddin Baso Tika.

INIPASTI.COM, MAKASSAR, – Calon Legislatif (Caleg) DPRD kota Makassar, Busranuddin Baso Tika (BBT) mendatangi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kota Makassar, Selasa (23/4/2019) siang. Kedatangan BBT memenuhi panggilan klarifikasi dugaan politik uang.

Busranuddin mengatakan, kedatangannya untuk memberikan klarifikasi terhadap laporan dugaan politik uang. Namun ia membantah melakukan money politik.

“Soal money politik itu tidak mungkin saya lakukan, saya kan paham aturan, saya datang disini diminta untuk klarifikasi mungkin ada yang melapor,” terang anggota DPRD kota Makassar itu.

Sebelumnya, telah beredar sebuah video sempat viral, di mana ada masyarakat yang mengaku diberikan uang Rp100 ribu untuk memilih paket Caleg PPP, yang salah satunya adalah Busranuddin di DPRD Makassar. Caleg lainnya, di tingkat Provinsi dan Pusat.

Baca Juga:  Dianggap Belum Berkontribusi Pada NH-Aziz, Ini Kata Jubir NasDem Sulsel

Busranuddin berkilah, politik uang tidak akan pernah dia lakukan. Apalagi, menurut dia, di sekitar tempat dia tinggal, ada Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Rappocini. “Tanya aja itu Panwascam,” kata Busranuddin sembari meninggalkan kantor Bawaslu.

Belakangan, Busranuddin rupanya sama sekali tidak memberikan klarifikasinya ke pihak pemeriksa Bawaslu kota Makassar. Sekalipun, Busranuddin sudah masuk di ruang pemeriksaan. Hal itu dibenarkan oleh humas Bawaslu kota Makassar, Maulana.

“Jadi tadi yang bersangkutan (BBT) itu menolak untuk diambil keterangannya, pada saat kami kemudian melakuka klarifikasi yang bersangkutan langsung meninggalkan ruangan klarifikasi dan menolak untuk diperiksa lebih lanjut,” sebut Maulana.

Baca Juga:  Agus AN Fokus Kembangkan Masyarakat Berkeadaban

Sebelum pemeriksaan dimulai, Busranuddin kata dia, juga menolak untuk menandatangani berita acara pemeriksaan, dan pengambilan sumpah kesaksian. Padahal, kata Maulana itu adalah syarat formil dalam proses melakukan klarifikasi.

“Jadi kesimpulannya, yang bersangkutan ini menolak untuk memberikan keterangan,” sambung dia.

Langkah selanjutnya yang akan ditempuh Bawaslu kata Maulana, adalah memeriksa saksi-saksi lainnya. Namun pada perinsipnya terkait temuan tersebut sejauh ini kata dia, Bawaslu memandang bahwa saksi-saksi yang diperiksa sudah cukup.

(Muh. Seilessy)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.