Cegah Penyebaran Covid-19, WNA Mulai Dilarang Masuk ke Indonesia

Suasana di Bandara Internasional Sultan Hasanudin, sejumlah wisatawan sedang mengantri di loket maskapai silk air (Istimewa)

INIPASTI.COM, JAKARTA – Penyebaran virus Corona, di Indonesia saat ini terus menunjukkan trend kenaikan cukup signifikan. Untuk mengantisipasi semakin meluasnya Covid-19 ini, Pemerintah telah menetapkan larangan berkunjung atau transit bagi warga negara asing (WNA) ke Indonesia.

“Aturan ini berlaku mulai 2 April 2020 pukul 00.00 WIB,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah kepada wartawan melalui konferensi video, seperti dilansir dari antaranews.com.

Inline Ad

Peraturan tersebut dituangkan dalam Peraturan Menkumham Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara Republik Indonesia. Namun, larangan tersebut tidak berlaku bagi WNA dengan enam pengecualian.

Yakni orang asing pemegang izin tinggal terbatas dan izin tinggal tetap, orang asing pemegang visa diplomatik dan visa dinas, orang asing pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas.

Baca Juga:  JK Sebut Pengangguran Digaji Hanya di Negara Maju

Selanjutnya, tenaga bantuan dan dukungan medis pangan yang didasari oleh alasan kemanusiaan, awak alat angkut baik laut, udara, maupun darat, serta orang asing yang akan bekerja pada proyek-proyek strategis nasional.

Namun, orang asing yang dikecualikan tersebut harus memenuhi sejumlah persyaratan sebelum diizinkan masuk ke wilayah Indonesia.

Persyaratan yang dimaksud yaitu adanya surat keterangan sehat dalam bahasa Inggris yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan masing-masing negara, telah berada 14 hari di wilayah atau negara yang bebas COVID-19, serta pernyataan bersedia dikarantina selama 14 hari yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia.

Baca Juga:  Dua Desa di Sulsel Masuk Program DSM Kemensos

Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah memberlakukan larangan masuk atau transit bagi pendatang yang dalam 14 hari terakhir berkunjung ke Iran, Italia, Vatikan, Spanyol, Prancis, Jerman, Swiss, dan Inggris.

Selain kebijakan itu, kebijakan khusus yang menyangkut beberapa negara seperti China dan Korea Selatan, terutama Kota Daegu dan Provinsi Gyeongsangbuk-do, masih diberlakukan.

(Iin Nurfahraeni)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.