CPNS 2019, Begini Formasi Yang Dibuka di Sulsel

Para peserta tes CPNS yang sedang menunggu giliran untuk mengikuti tes CPNS di Makassar (Istimewa)
Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Menteri Pendayagunaan dan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi, (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo telah mengumumkan secara resmi pembukaan seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil tahun 2019

Pengumuman tersebut disampaikan langsung melalui surat bernomor: B/1069 /M.SM.01.00/2019, tertanggal 28 Oktober 2019.

Rekrutmen bakal dibuka pada 68 kementerian atau lembaga, serta 462 pemerintah daerah, termasuk Provinsi Sulawesi Selatan dan 24 kabupaten/kota di Sulsel.

Berdasarkan pengumuman Menteri PANRB, pada seleksi tahun ini, akan diterima sebanyak 4.093 CPNS di Sulsel. Jumlah itu tersebar untuk instansi pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota di 24 daerah.

Khusus untuk  Pemerintah Provinsi Sulsel, dibuka 195 formasi. Sedangkan untuk kabupaten/kota jumlahnya bervariasi. Sehingga Pemerintah Kota Makassar mendapat kuota terbesar, sebanyak 526 formasi.

Baca Juga:  KASN Akan Bahas Rekomendasi Pencopotan Kepala OPD Pemprov Sulsel

Setelah Kota Makassat disusul Pemerintah Kabupaten Bulukumba, sebanyak 243 formasi, lalu Pemerintah Kabupaten Soppeng 230 formasi. Dan Pemerintah Kabupaten Pinrang, paling sedikit, yaitu 59 formasi.

Kepala Kantor Regional IV BKN Makassar Harun Arsyad mengungkapkan saat ini pihaknya sudah mempersiapkan penyelenggaraan seleksi CPNS 2019. BKN, antara lain sudah mengundang perwakilan BKD Sulsel dalam rapat koordinasi.

Ia menyebutkan ada beberapa poin pembahasan  setiap pemerintah daerah diminta menggelar ujian berbasis komputer atau CAT secara mandiri.

Harun menambahkan, sistem penerimaan atau seleksi CPNS kali ini, akan berbeda dari sebelumnya. Saat itu BKN memfasilitasi tiap pemerintah daerah untuk menggelar seleksi.

Baca Juga:  Sekprov Sulsel Proses SK Pencopotan Muh Hatta

Ke depan, BKN hanya akan memfasilitasi seleksi untuk pendaftaran instansi pemerintah pusat. “Jadi dalam rapat sebelumnya kami hanya sampaikan bahwa daerah tidak lagi mengikut BKN,” ungkapnya.

Nantinya, menurut Harun, tiap daerah, Kabupaten/kota menyiapkan sendiri perangkatnya komputer segala macam. “Tapi tidak boleh digelar disekolah, harus di aula menyesuaikan jumlah pendaftar,” tukas Harun.

Semisal ada ada daerah yang belum siap, nanti bisa menyatu ke daerah lain yang terdekat. “Seperti Bulukumba siap. Jadi nanti Selayar, Bantaeng, bisa menyatu di sana,” pungkas Harun.

(Iin Nurfahraeni)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.