CPNS 2019, Pemprov Sulsel Sediakan 118 untuk Tenaga Teknis

Ilustrasi Pegawain Negeri Sipil (Istimewa)

INIPASTI.COM, MAKASSAR –
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) menetapkan alokasi formasi CPNS lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Jumlah lowongan yang diberikan sebanyak 195 formasi.

Hal ini berdasarkan Keputusan Kemenpan RB Nomor 315 tahun 2019 tentang rincian penetapan kebutuhan PNS di lingkup Pemprov Sulsel. Dari data yang ada, 195 formasi itu diketahui 77 di antaranya merupakan tenaga kesehatan. Selanjutnya, 118 formasi untuk tenaga teknis.

Inline Ad

“Untuk tahun 2019 ini, Pemprov Sulsel membuka lowongan CPNS sebanyak 195 formasi,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Asri Sahrun Said, Kamis, 31 Oktober 2019.

Sebelumnya Pemprov Sulsel telah mengirimkan usulan kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) dengan total 543 formasi dengan rincian formasi umum 241 formasi, terdiri dari tenaga fungsional 150 formasi, tenaga teknis 91 formasi. Sedangkan untuk formasi PPPK dengan sebanyak 302 orang untuk tenaga fungsional dengan rincian 156 orang khusus tenaga pendidik eks tenaga honorer K2. Selebihnya penyuluh pertanian 62 orang, dan tenaga honorer lainnya yakni untuk tenaga kesehatan sebanyak 84 orang.

Baca Juga:  Cerita Wagub Sulsel Selama di Wamena

Asri Sahrun Said mengakui bahwa walaupun Pemprov telah mengusulkan jumlah formasi yang dibutuhkan, namun jumlah yang disetujui Kemenpan RB belum memenuhi kebutuhan pegawai yang ada.

“Jumlah ini belum memenuhi kebutuhan pegawai yang ada. Khusus formasi penerimaan PPPK, juga belum ditetapkan Kemenpan RB,” sebut Asri.

Baca Juga:  Gubernur Hadiahkan Rp 128 Miliar di HUT Ke-12 Toraja Utara

Untuk petunjuk lebih lanjut dari Kemenpan-RB terkait jadwal, mekanisme, pengumuman, seleksi penerimaan dan SKB masih menunggu Permenpan tentang Juknis Penerimaan CPNS.

“Terkait SKB (Seleksi Kompetensi Bidang) menunggu Permenpan terkait Juknis Penerimaan CPNS,” jelasnya.

Ia pun meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang ada dan menunggu pengumuman resmi atau laman website resmi pemerintah.

“Hati-hati dengan informasi palsu ataupun hoaks,” tegasnya

(Iin Nurfahraeni)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.