Daerah Diminta Terbitkan KIA sebagai Identitas Anak

Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sulawesi Selatan, Lutfie Natsir (Iin Nurfahraeni)

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sulawesi Selatan, mendorong agar Pemerintah Kabupaten/kota dapat segera menerbitkan Kartu Identitas Anak (KIA) yang saat ini wajib dimiliki oleh anak.

KIA adalah program dari Kementerian Dalam Negeri, di mana anak-anak yang berumur 0-17 tahun, atau setelah anak tersebut harus memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). KIA saat ini di beberapa daerah sudah diterbitkan, khusus Sulawesi Selatan masih ada baru dua yang memiliki.

Inline Ad

Untuk itu, Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sulawesi Selatan, Lutfie Natsir berharap agar Kabupaten/kota yang lain dapat segera menerbitkan KIA ini.

“Sampai saat ini baru Makassar dan Sinjai saja yang mengeluarkan KIA, itu juga dengan menggunakan anggaran mereka sendiri atau melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Tahun ini diharapkan akan lebih banyak daerah yang bisa menerapkannya,” kata Lutfie, Rabu (26/7/2017)

Baca Juga:  Sambut HUT ke 256 Gaukang Kr Galesong dimeriahkan berbagai lomba

Ia menjelaskan, KIA ini menjadi kartu identitas yang diperuntukkan untuk anak. Jadi ketika mereka sudah wajib memiliki KTP maka akan berubah lagi. KIA ini untuk sementara masih percontohan di enam provinsi salah satunya Sulsel, dan ini merupakan program pusat.

“KIA ini akan diberlakukan secara bertahap, makanya daerah diharapkan juga dapat mengeluarkan ini,”terangnya.

Direktur Jenderal, di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh, mengungkapkan, KIA ini menjadi identitas dari anak setelah dilahirkan. Sudah ada daerah yang menerbitkannya, termasuk di Sulsel.

Baca Juga:  Daerah Jangan Berburu WTP

Zudan menyebutkan, KIA ini seperti KTP, ataupun kartu pelajar namun nantinya akan di koneksikan dengan data kependudukan. Saat ini sudah ada sekitar 108 daerah yang membuat ini. Dan secara bertahap sampai 2019 nanti akan menerapkannya.

“Diharapkan bisa lebih banyak lagi, daerah menerbitkan. KIA ini sebagai identitas anak, selama inikan mereka baru punya identitas ketika berumur 17 tahun,”terangnya

Dengan KIA, Zudan menyebutkan akan ada keuntungannya, anak ini selain punya identitas, mereka bisa buka rekening sendiri, beli tiket sendiri dan kemana-mana mereka bisa menggunakannya. Memang ketika umur 0-5 tahun, masih didampingi, ketika SD atau SMP sudah bisa diajarkan mandiri. (Iin Nurfahraeni)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.