Dalami Kasus Fasum, Kejari Periksa Lima Orang

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar, mulai menggenjot penanganan kasus dugaan penyalahgunaan lahan Fasilitas Umum (Fasum) dan Fasilitas Sosial (Fasos) di Kota Makassar.

Dari 491 Fasum dan Fasos yang menjadi target tim Terpadu, Baru 1 Fasum yang diduga bermasalah dan melanggar aturan hukum.

Inline Ad

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Makassar, Alham mengatakan, bahwa pihaknya kini tengah menyasar salah satu Fasum yang dianggap bermasalah.

“Ada lima orang yang sudah kita panggil untuk dimintai keterangannya, terkait satu titik Fasum bermasalah,” tukas Alham, Rabu (14/3/2018).

Hanya saja kelima orang yang telah dipanggil tersebut, enggan disebutkannya, Ia berdalih bila pemanggilan dan permintaan keterangan terhadap kelima orang tersebut sifatnya masih tertutup.

Baca Juga:  Danny Ingin Rekatkan Ukhuwah Islamiyah Lewat Jalan Ini

“Untuk nama-nama belum bisa kita sebutkan di publik karena masih proses pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) dan pengumpulan data (Puldata),” kilahnya.

Alham mengatakan bahwa pihaknya sudah menguraikan benang kusut kasus tersebut. Bahwa dari 491 fasum Fasos yang diduga bermasalah, pihaknya fokus terhadap satu fasum fasos yang sudah mulai menampakkan titik terang.

Namun Alham juga enggan menyebut di mana letak fasum Fasos bermasalah, yang kini menjadi sasaran Kejari Makassar.

“Saya tidak bisa sebut di mana letaknya. Tetapi kita fokus ke satu fasum Fasos dulu. Kalau satu sudah terang, yang lain juga pasti akan terungkap,” ungkap Alham.

Baca Juga:  Pemenang Jalan Sehat PAN, Terima Hadiah Rumah dan Paket Umroh

Diketahui, ada tiga Kecamatan di kota Makassar yang berhasil di identifikasi sebagai wilayah Fasum yang dikuasai. Tanpa memiliki surat kepemilikan serta dokumen pengelolaan, dari pemerintah Kota Makassar.

Seperti yang terdapat di Kecamatan Manggala, Panakukang dan Tamalanrea. Dimana lahan Fasum dan Fasos tersebut diduga dikuasi oleh penguasa Fasum, yang tidak hanya berasal dari kalangan pengusaha namun juga diduga berasal dari birokrat serta anggota dan mantan anggota DPRD. (Reni)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.