Demokrasiana Institute: Pandemi Bukan Alasan Bungkam Kebebasan Berpendapat

Top Ad

INIPASTI.COM, Indonesia masih berada dalam situasi Pandemi, dari sisi kebijakan dianggap wajar bila pemerintah mengeluarkan kebijakan darurat tertentu di tengah situasi yang memang tidak normal, namun pada saat yang sama pemerintah juga harus memastikan bahwa selama Pandemi Kebebasan Berpendapat warga negara tidak dikurangi sedikitpun, pernyataan ini diungkapkan Koordinator Presidium Demokrasiana Institute sekaligus pengamat kebijakan publik, Zaenal Abidin Riam.

“Kita memang masih dalam masa Pandemi, kebijakan pemerintah memang diharapkan fokus pada penanganan Pandemi, namun harus diingat jangan sampai situasi darurat berpengaruh pada hak warga negara menyatakan pendapat, saat ini indeks demokrasi Indonesia mengalami penurunan, bahkan berada di titik terendah, salah satu penyebabnya karena kebijakan yang diambil selama pandemi banyak yang tidak melibatkan partisipasi publik dalam proses perumusannya,” Jelas Enal.

Inline Ad

Sejak bergulirnya Pandemi beberapa bentuk ekspresi penyampaian pendapat justru dihambat oleh pemerintah melalui aparatnya.

“Misalnya unjuk rasa cenderung dihalangi, semestinya tidak perlu, tapi cukup dipastikan unjuk rasa tersebut tidak melanggar prokes, kalau dalam pelaksanaannya terjadi pelanggaran prokes maka baru ditindak, jadi yang ditindak pelanggaran prokesnya bukan unjuk rasanya karena unjuk rasa substansinya adalah penyampaian pendapat, dan penyampaian pendapat tidak bisa dihalangi dalam kondisi apapun. Contoh lain adalah kasus mural, mural yang mengandung kritik pada pemerintah langsung dihapus bahkan dicari pelakunya, justru seharusnya pesan dibalik mural itu perlu dicerna dengan kepala jernih oleh pemerintah,” terang pengamat kebijakan publik ini.

Dalam suasana Pandemi kita mesti saling menjaga, yang dijaga tentu bukan hanya imunitas tubuh kita tetapi imunitas demokrasi kita juga harus dijaga, kita mesti memastikan demokrasi kita tidak semakin sakit ditengah Pandemi yang membuat sakit banyak orang.[]

Bottom ad

Leave a Reply