Demokrasiana Institute: Pemerintah Berhasil Resahkan Rakyat Dengan Wacana Pajak Sembako dan Sekolah

INIPASTI.COM, Wacana pemerintah untuk mengenakan pajak kepada sembako dan sekolah memicu perdebatan luas di tengah masyarakat, dalam draft RUU Perubahan Kelima Atas UU Nomor 6 tahun 1983 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, dalam draft tersebut sembako dan sekolah masuk ke dalam daftar yang akan dipajaki. Draft yang diduga bocor ini telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, keresahan ini sangat beralasan mengingat sembako dan sekolah adalah kebutuhan mendasar rakyat Indonesia.

 

Inline Ad

“Terlepas dari pembelaan yang dilakukan pemerintah, namun satu hal yang pasti, pemerintah telah sukses membuat rakyat resah dengan wacana pajak sembako dan sekolah” ungkap Zaenal Abidin Riam, Koordinator Presidium Demokrasiana Institute.

Baca Juga:  Perang Irak, bukan Blunder atau Kesalahan tetapi Kejahatan

 

Menurut Enal, sapaan akrabnya, walapun pemerintah berdalih penerapan pajak pertambahan nilai terhadap sembako dan sekolah akan diberlakukan pasca pandemi covid-19 saat ekonomi telah normal, akan tetapi wacana ini telah menimbulkan munculnya ragam spekulasi negative di tengah masyarakat.

 

“Masyarakat pasti akan berspekulasi, masyarakat bisa saja curiga jangan sampai wacana ini ada kaitannya dengan utang pemerintah yang terus bertambah, atau untuk membiayai proyek infrastruktur yang ambisius, pandangan seperti ini akan sangat mungkin bermunculan, terlebih belakangan ini pemerintah sangat agresif mengenakan pajak kepada hal-hal yang dulunya tidak dikenakan pajak” Jelas Zaenal Abidin Riam yang juga merupakan pengamat kebijakan publik.

Baca Juga:  Menakar Urgensi Revolusi Industri 4.0 Bagi Kemaslahatan Umat

 

Semestinya pemerintah fokus menata ulang sistem perpajakan yang selama ini berlangsung, misalnya mengkalkulasi ulang hasil dari tax amnesty, sejauh mana manfaat yang didapatkan, apakah memenuhi target atau tidak, di samping itu wacana pengenaan pajak pada sembako dan sekolah akan memicu masyarakat membandingkannya dengan tax amnesty.

 

“Kan aneh saja bila kelompok orang-orang kaya diampuni denda tunggakan pajaknya lewat tax amnesty sementara rakyat kelas bawah justru dipaksa dipajaki lewat sembako dan sekolah, rasa keadilan akan tercoreng” Terang Enal.

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.