Dewan Bahas Kondisi Jembatan di Sulsel

Komisi D rapat bersama pihak Dinas PU PR, Dinas Perhubungan, Balai Bina Marga, Balai Pompengan, dan Balai Cipta Karya.

INIPASTI.COM, MAKASSAR, — Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan melakukan rapat gabungan dengan beberapa instansi membahas soal kondisi jembatan di Sulsel, Senin 17 Februari. Hal ini dilakukan pasca insiden ambruknya jembatan beberapa waktu lalu di Kelurahan Bojo’ Kecamatan Mallusettasi, Kabupaten Barru.

Ketua komisi D DPRD Sulsel, John Rende Mangontan mengatakan rapat gabungan komisi D ini menghadirkan pihak Dinas PU PR, Dinas Perhubungan Sulsel, Balai Bina Marga, Balai Pompengan, dan Balai Cipta Karya.

Inline Ad

Rapat ini, kata dia untuk menyatukan persepsi dalam hal sistem pengawasan serta mendengar usulan-usulan program kedepan. Sehingga ini bisa menunjang program Gubernur mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Sulsel.

“Kita juga mempunyai kesepakatan bersama bagaimana kita bisa mengawasi mutu daripada pekerjaan itu sendiri sehingga mengacu pada standar yang sesuai baik dari Kebinamargaan, Balai Sungai maupun dari Cipta Karya kita mau mengacu pada standarnya semua kualitas dari pekerjaan itu sendiri bisa terpenuhi,” kata John usai rapat di komisi D DPRD Sulsel.

Baca Juga:  Diam-diam ke Makassar, Mama Yo Keliling Losari Hingga Wisata Kuliner

Soal jembatan yang ambruk di Kelurahan Bojo’ Kabupaten Barru, kata anggota fraksi Golkar ini, pihaknya mengusulkan agar dilakukan perbaikan kembali, namun masih menunggu hasil forensik untuk mengetahui penyebab pasti jatuhnya jembatan tersebut.

“Seandainya dalam sutu bulan itu sendiri sudah turun hasil rekomendasinya (hasil forensik) itu sendiri. Balai Bina Marga sudah siapkan anggaran untuk perbaikannya ini segera,” ujarnya.

John Rende menginstruksikan istansi terkait agar segera menginfentarisir kondisi jembatan yang ada sepanjang jalan nasional sehingga tidak lagi terjadi kejadian yang sama seperti di Kabupaten Barru.

Baca Juga:  Satpol PP Cantik jadi Pagar Betis Aksi 4 November

Sementara itu, Kepala balai besar pelaksana jalan nasional Makassar, Miftachul Munir mengatakan jembatan Bojo’ konstruksinya menggunakan baja Australia, yang dibagun sejak tahun 1994. Hanya saja lantainya pernah direhabilitasi sejak tahun 2013.

“Jadi sebelum kejadian itu jebol, ada dua truk sama. Ada 600 pupuk muatan 50 kilo, 30 ton ya, jadi ringan. Terus satu lolos, dua lolos, ketiga jatuh dan jebol,” ujar Miftachul.

Pihaknya saat ini masih menunggu rekomendasi hasil forensik untuk dilakukan perbaikan atau mengganti keseluruhan.

“Kalau seluruhnya, sama kita bikin jembatan baru. Semua komponen kita lepas dulu, setelah itu kita perbaiki girdernya baru kita cek, rangkaian ulang baru kita stiris. Dari Wika beton juga hadir menyatakan kesediaan untuk memperbaiki besok ada pembahasan di Jakarta,” ujarnya.

(Muh. Seilessy)

Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.