Dewan Serahkan Kelengkapan Berkas Hak Angket

Berkas pengusul hak angket diserahkan ke ketua DPRD Sulsel, Mohammad Roem.
Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR, – Sejumlah perwakilan fraksi di DPRD Sulsel telah menyerahkan kelengkapan berkas pengusul hak angket kepada Ketua DPRD Sulsel Mohammad Roem di ruang kerjanya, Selasa 11 Juni 2019.

Mereka yang menyerahkan berkas itu, fraksi NasDem diwakili oleh Syaharuddin Alrif, Fraksi Golkar Fachruddin Rangga dan Kadir Halid. Fraksi Demokrat Selle KS Dalle, fraksi Gerindra Anas Hasan, dan Fraksi Hanura diwakili oleh Imbar Ismail.

Anggota Fraksi Golkar Fachruddin Rangga mengatakan langkah yang dilakukan dewan untuk mempertegas komitmen awal menggunakan hak angket atas sejumlah persoalan yang terjadi di Pemprov Sulsel.

“Yang pasti hak angket akan kita finalkan,” tegas Rangga saat ditemui di DPRD Sulsel, Selasa 11 Juni 2019.

Baca Juga:  Ajang Silahturahmi, Festival Bidik Misi Perdana Digelar di UIN

Fraksi Demokrat Selle KS Dalle mengatakan hak angket ini digunakan sebagai instrumen pengawasan dewan terhadap persoalan yang terjadi selama kepemimpinan Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman.

“Nanti soal rekomendasi dan temuan-temuan itu yang menjadi kerja panitia khusus nanti jika hak angket ini berjalan,” ucapnya.

Sementara anggota fraksi PKS, Jafar Sodding berharap penggunaan hak angket dewan jangan dipahami secara negatif sebab hak angket bisa menjadi evaluasi agar pemerintahan bisa berjalan baik.

Sementara fraksi Hanura Imbar Ismail mengatakan hak angket ini digulirkan sebagai pembelajaran agar persoalan serupa tidak terjadi dikemudian hari.

Baca Juga:  Baliho Dirusak, Cicu Imbau Tim Sukses Tidak Terprovokasi

“Banyak tidak beres pemerintahan sekarang dan harus dibenahi dan kalau anggota DPRD tidak didengar siapa lagi yang mau didengar,” ucapnya.

Sekadar diketahui hak angket ini digulirkan karena ada beberapa persoalan yang terjadi di Pemprov Sulsel yakni mutasi 193 pejabat oleh Wagub Andi Sudirman Sulaiman yang dibatalkan Kemendagri belum lama ini.

Kemudian persoalan serapan anggaran yang tidak maksimal. Terbaru adalah pencopotan Luthfi Natsir sebagai Kepala Inspektorat Sulsel yang dinilai tidak etis karena diumumkan secara terbuka.

(Muh. Seilessy)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.