Dianggap Ganggu Pengerjaan Jalur Pedestrian, Aktivitas CFD Dihentikan

Bupati Gowa Adnan Purichta IYL menanam pohon di Jalur Pedestrian Kota Sungguminasa yang saat ini masih dalam proses pembangunan.
Top Ad

INIPASTI.COM, GOWA – Dalam rangka mendorong percepatan pengerjaan proyek infrastruktur yakni Jalur Pedestrian Kota Sungguminasa. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa untuk sementara akan menghentikan aktivitas car free day (CFD) yang berlangsung setiap weekend (akhir pekan). 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gowa Alimuddin Tiro mengatakan, berdasarkan petunjuk pimpinan bahwa penyelesaian pengerjaan jalur pedestrian akan didorong tahun ini, maka aktivitas CFD dihentikan sementara. Pasalnya, aktivitas CFD dianggap menganggu pengerjaan, misalnya pada pemasangan saluran drainase di sepanjang Jalan Masjid Raya, Jalan Tumanurung, dan Jalan KH Agus Salim. 

“Khusus pemasangan saluran drainase itu ditargetkan dapat selesai Desember 2019 mendatang makanya harus dipercepat kerjanya,” katanya ditemui di ruangannya, Senin, 11 November 2019  kemarin. 

Pemberhentian CFD ini khusus untuk aktivitas pedagang kaki lima (PKL) yang mengisi tiga ruas jalan di setiap pemasangan drainase pedestrian. Pihaknya mencatat setiap minggunya ada 621 PKL yang berjualan di CFD di sepanjang tiga titik lokasi. Masing-masing, Jalan Masjid Raya, Jalan Tumanurung, dan Jalan KH Agus Salim. 

Lanjutnya, dari jumlah PKL yang berjualan sekitar 70 persennya adalah warga asli Kabupaten Gowa dan 30 persen adalah mereka dari luar daerah. Antara lain berasal dari Kabupaten Enrekang, Makassar, Bantaeng, dan lainnya. 

Baca Juga:  Ratusan Jamaah An Nadzir Sulsel Gelar Shalat Idul Fitri Hari Ini

“Pemberhentian CFD mulai dilakukan Minggu, 17 November mendatang. Pemberhentiannya hanya pada aktivitas PKL tapi kalau untuk berolahraga tetap diberikan ruang yang jelas tidak menganggu proses pengerjaan,” ujarnya. 

Sebelum dilakukannya pemberhentian, pihaknya telah melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada seluruh PKL. Dari sosialisasi tersebut, beberapa PKL berharap mendapat tempat cadangan sementara hingga menunggu petunjuk pimpinan. 

“Waktu pemberhentian CFD masih menunggu petunjuk dari pimpinan. Intinya jika proyek pembangunan infrastruktur ini selesai maka kegiatan CFD akan kembali digelar,” terangnya. 

Pihaknya pun akan menyampaikan masukan-masukan dari seluruh pemilik PKL terkait permintaan mereka untuk disiapkan lokasi cadangan. 

“Beberapa pemilik PKL memberikan saran agar aktivitas CFD tetap ada hanya dipindahkan di sekitar Jalan Tun Abdul Razak. Ini akan saya sampaikan ke pimpinan bagaimana petunjuknya nantinya karena hal ini memang merupakan persoalan kehidupan mereka dalam mencari rezeki, sementara di sisi lain proyek pembangunan ini harus bisa selesai agar bisa secepatnya dinikmati masyarakat,” tegas Alimuddin. 

Baca Juga:  Menjadi Layak untuk Anak, Gowa Dapat Dukungan UNICEF

Ia berharap seluruh stakeholder terkait ikut memberikan sosialisasi dari kebijakan tersebut sehingga bisa tersampaikan secara luas. Pihaknya juga akan terus melakukan pengawasan agar kebijakan tersebut dapat diindahkan dengan baik. 

“Kami tetap akan menurunkan anggota pada Minggu mendatang untuk diawasi agar tidak ada PKL yang melanggar. Kami pun akan memberikan ketegasan dengan cara santun kepada mereka jika ada yang tidak mengindahkan,” katanya. 

Sebelumnya, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan meminta kepada pihak Dinas Perhubungan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Satpol PP untuk mensosialisasikan agar mulai pekan ini aktivitas CFD dihentikan dulu untuk kelancaran pembangunan jalur pedestrian. 

“Masyarakat ataupun pedagang di CFD sebagian belum dapat menjaga kebersihan sekitarnya. Bahkan ada beberapa pedagang yang membuang sampahnya ke saluran yang sementara dilakukan pengerjaan sehingga cepat tersumbat. Inilah yang mengganggu pekerjaan jalur pedestrian kita,” tegasnya. 

Jalur pedestrian yang dibangun dalam rangka menata Kota Sungguminasa lebih bersih, rapi dan asri dengan ditanamnya pohon di sepanjang jalan. Ada 1.154 pohon yang akan ditanam sesuai dengan titik lokasi jalur pedestrian. 

Baca Juga:  Adnan : Berbanggalah Menjadi Seorang Guru

Misalnya, pada ruas Jalan Hasanuddin sepanjang 2.160 meter akan ditanam 217 pohon Flamboyan, ruas Jalan Tumanurung akan ditanam 3.03 pohon Tabebuya sepanjang 1.560 meter dan di ruas Jalan Masjid Raya akan ditanam 634 pohon Damar sepanjang 3.168 meter. (rls)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.