Dinas Perkebunan Sulsel Target Nilai Produksi Rp 14 Miliar Untuk 10 Komoditi

ilustrasi (citraindonesia.com)

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Dinas Perkebunan Sulawesi Selatan, saat ini telah membina 34 komoditi yang ada dimana 10 diantaranya menjadi unggulan selama ini. Sumber Daya Alam yang melimpah menjadikan Sulsel sebagai salah satu penghasil komoditi yang memiliki peran di perekonimian daerah.

Tahun 2018, Dinas Perkebunan menargetkan nilai produksi yang cukup besar untuk 10 komoditi unggulan Sulsel ini, yaitu Kakao, Kopi, Kelapa, Tebu, Tembakau, Lada, Pala, Jambu Mente, Cengkeh dan Kelapa Sawit dengan jumlah produk 502.268 ton sedangkan untuk nilai produksi mencapai Rp 14.530.813.853.

“Tahun ini kami target ada peningkatan dibandingkan tahun 2017, untuk 10 komoditi menjadi unggulan Sulsel,” kata Kepala Dinas Perkebunan Andi Parenrengi.

Baca Juga:  Pemkot Makassar Perpanjang Kerja Sama dengan BI

Ia menambahkan untuk mencapai target tersebut pihaknya telah melakukan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan komoditi perkebunan yaitu melalui kegiatan seperti peremajaan, rehabilitasi, intensifikasi, perluasan dan diversifikasi.

“Tentu kami berharap, dengan langkah yang dilakukan akan mencapai target produksi yang diinginkan, dan kami optimis itu,” ujarnya lebih jauh.

Selain menargetkan nilai produksi untuk komoditi perkebunan. Ia menjelaskan pihaknya sedang menerapkan strategis untuk agribisnis perkebunan yang baik itu off farm dan on farm.

Untuk off farm Andi Parenrengi menyatakan ada empat strategi yang disiapkan oleh pihaknya, diantaranya pembangunan kebun sumber benih dan entry bersertifikat kemudian pembangunan teknologi perkebunan , penerapan budidaya tanaman sehat, serta pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)

Baca Juga:  Investasi Lambat di Tahun Politik, Begini Langkah Pemprov

Sedangkan, dengan sistem on farm, yaitu peningkatan mutu hasil untuk meningkatkan nilai tambah petani. Kemudian, melakukan promosi dan pemasaran.

“Dengan giat melakukan promosi dan pemasaran, maka lebih berpeluang lagi komoditi-komoditi ini bisa dijual termasuk untuk pangsa pasar baru,” paparnya

Selain itu, pengawalan dan pembangunan kelembagaan usaha. Ia menyebutkan seperti Sumber Daya Manusia ((SDM) serta masalah permodalan menjadi perhatian,”peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana juga menjadi penting,”ungkapnya.

(Iin Nurfahraeni)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.