Dinas PM & PTSP Catat Investasi Triwulan I Rp 2,1 Triliun

Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP AM Yamin (Kanan) saat merilis investasi triwulan I

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu mencatat pertumbuhan investasi di triwulan pertama sedikit melambat, yaitu Rp 2,1 triliun. Sedangkan pada triwulan sama tahun 2017, nilainya mencapai Rp 2,9triliun.

Berdasarkan data penanaman modal, Januari – Maret 2018 investasi sektor Penanaman Modal Daerah tercatat Rp 1,48 triliun sedangkan Penanaman Modal Asing tercatat Rp 697 miliar.

Kepala Dinas Penanaman Modal Daerah dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu AM Yamin menjelaskan, melihat nilai triwulan pertama ini sebenarnya cukup tinggi. Namun, dari segi nilai memang ada penurunan dibanding tahun 2017

“Triwulan I, nilainya cukup tinggi namun memang ada penurunan dibanding tahun lalu,” kata Yamin, usai pres conference terkait rilis) investasi, triwulan I di Kantor DPM dan PTSP Sulsel, Rabu (2/5/2018).

Baca Juga:  Wagub Sulsel Ingin Bangun Lapangan Golf di Dataran Tinggi

Menurutnya, setiap triwulan pertama ini memang selalu terjadi penurunan. Sedangkan nanti di triwulan selanjutnya biasanya akan naik. Tapi inikan, starnya sudah cukup tinggi nilainya. “Harapannya di triwulan selanjutnya bisa mencapai target yang ada,” ujarnya

Yamin melihat, walaupun ini merupakan tahun politik dan muncul kekhawatiran terjadi perlambatan namun, ini bertumbuh cukup positif di banding tahun sebelumnya.

Mengenai faktor apa saja yang menyebabkan, terjadi penurunan dari investasi tersebut. Yamin menyatakan, ini karena adanya Laporan Kegiatan Penanman Modal (LKPM) belum tercatat dalam triwulan pertama ini.

Baca Juga:  BPK RI, Balai Diklat, dan Kompetensi Auditor

“Kondisi ini sebenarnya hampir sama, setiap tahun rendah di awal, tapi nanti akan meningkat. Penurunan ini normal, apalagi ada beberapa laporan yang belum dan ter catat,” ungkapnya

Sementara itu, di triwulan ini tiga sektor yang menjadi primadona yaitu indutsri mineral non logam 48 persen, sektor listrik, gas, dan air sebanyak 30 persen dan pertambangan 7 persen.

Sedangkan untuk kabupaten yang paling banyak dilirik , Kabupaten Maros, Jeneponto, Sinjai, Luwu Timur dan Sidrap.
Dengan nilai Rp 2,1 triliun, Sulsel berada di peringkat 15 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia, sedangkan di Indonesia Timur, menurut Yamin cukup bagus.

Baca Juga:  Proyek Melambat Mulai di Inventarisir

“Kami selalu melakukan monitoring di lapangan, terkait investasi apa saja yang menjadi hambatan sehingga terjadi penurunan. Saya melihat ini faktor alamiah saja,” paparnya

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pelaksanaan Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Nuzlia Qurniaty Syam menjelaskan, selama lima tahun terakhir ini pertumbuhan realisasi investasi cukup signifikan.
“Nilainya cukup bagus, dibandingkan tahun sebelumnya di mana pada tahun 2016 mencapai Rp 1,5 triliun bahkan pernah ada mencapai Rp 800 miliar.” Kata Nuzlia.

(Iin Nurfahraeni)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.