Disdik-Dukcapil Sulsel MoU untuk Data PPDB Zonasi

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Peringatan Hari Pendidikan, yang jatuh pada Minggu (2/5) diperingati di halaman Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel. Dalam kegiatan tersebut dilakukan penandatanganan MoU dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Sulsel.

Inline Ad

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel Prof Muhammad Jufri menjelaskan, bahwa MoU ini untuk dapat mengakses data, karena sering ditemukan persoalan data yang dianggap cacat, terutama ketika masuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

“Seringkali bermasalah pada data. Kami tentu tidak punya kewenangan untuk mengatakan itu salah dan tidak. Admin kami di  sekolah juga tidak tahu mana data  asli mana palsu, yang tahu adalah orang dukcapil. Makanya tahun ini kami kerjasama  supaya datanya siswa yang ada di zonasi, tinggal ketik Nomor Induk Kependudukan (NIK),” jelas Prof Jufri ditemui usai menghadiri kegiatan Hari Pendidikan Nasional, Minggu (2/5)

Baca Juga:  Wagub Sulsel jadi Keynote Speaker di Pengajian Ramadan Pemuda Muhammadiyah Sulsel

Nantinya, menurut Jufri ini akan langsung terkoneksi dengan data kependudukan, “Jadi benar tidaknya itu data tergantung data kependudukan,” katanya.

Prof Jufri menyebutkan bahwa kerjasama ini nantinya akan dipakai saat PPDB, dimana sistem zonasi diberlakukan. Ada beberapa element data yang akan dipergunakan diantaranya alamat siswa, dan sebagainya.

“Selama inikan, kami tidak tahu ada yang menganggap bahwa dia warga disitu padahal  belakangan diketahui hanya ambil surat keterangan, itu sekarang tidak berlaku tahun ini. Itulah harapan kami kerjasama dengan dukcapil,” sebutnya

Terpisah, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Sukarniarty Kondolele mengatakan beberapa element data yang akan digunakan oleh Disdik nantinya.

Baca Juga:  Wagub Sulsel Bagikan Moment Pembangunan Jalan di Kecamatan Ponre

“Istilahnya ini disdik memanfaatkan data kependudukan yang ada pada dukcapil khusunya berkaitan dengan PPDB zonasi. Jadi mereka dapat melihat KK, NIK, nama, alamat dan tanggal lahir. Sehingga ini akan lebih memudahkan nantinya,” jelas Sukarnianty

Namun, diakui oleh Sukarnianty bahwa akses data yang diberikan ini hanya sesuai kebutuhan dari Disdik saja, jadi tidak semua bisa diakses. “Kalau dulukan
seperti manual harus di validasi dibawa di cek lagi, sekarang tidak lagi seperti itu mereka sudah dikasih hak akses,” paparnya

(Iin Nurfahraeni)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.