Disebut Tingkat Kehadiran Rendah, Armin: Tugas Dewan Bukan Berkantor

Ketua Pansus Hibah tanah Bangunan Al-Markaz Al-Islami, Armin Mustamin Toputiri (Istimewa)

INIPASTI.COM, MAKASSAR, – Legislator DPRD Sulsel Fraksi Partai Golkar, Armin Mustamin Toputiri angkat bicara terkait namanya dikategorikan sebagai salah satu legislator yang tingkat kehadiran rendah menghadiri paripurna di DPRD Sulsel.

Ia pun mempertanyakan indikator yang mengukur tingkat kehadiran dewan selama ini.

“Saya tidak tahu indikator apa yang digunakan mengukur itu. Di DPRD ini banyak sekali rapat. Ada rapat pansus, rapat komisi, rapat fraksi, atau rapat paripurna. Tidak ada habis-habisnya rapat disini,” tutur Armin saat ditemui di DPRD Sulsel, Senin 10 Desember 2018.

Menurut Armin, tugas utama seorang legislator adalah bersidang atau rapat. Dirinya memahami hal tersebut sehingga merasa heran jika dikategorikan jarang mengikuti rapat.

“Memang tugas dewan bukan datang berkantor tapi datang untuk rapat atau bersidang. Dewan itu bukan PNS yang berkantor. Kalau kita itu bersidang. Makanya anggota DPRD itu diundang kalau ada rapat. Persoalan yang dimaksud kategori malas rapat itu saya kurang paham, termasuk nama saya ada disitu saya lihat. Saya kurang paham rapat apa yang dimaksudkan saya tidak hadir,” lanjutnya.

Baca Juga:  Aliyah Mustika Salurkan KIS di Makassar

Armin mengaku setiap hari kerja dirinya pasti masuk kantor. Bahkan dalam beberapa rapat Pansus dirinya langsung yang memimpin rapat tersebut.

“Kalau saya sih setiap hari datang kekantor. Makanya saya tidak mengerti juga kalau dibilang saya malas hadir. Saya memimpin beberapa rapat Pansus. Memang indikator dasarnya bahwa kehadiran menentukan karena rapat-rapat itu ditentukan oleh kehadiran kepala atau kuorum atau jumlah kepala, bukan pada indikator kualitatif. Dia lebih cenderung pada indikator kuantitatif. Jadi banyak yang hadir rapat tapi tidak memberikan kontribusi itu indikator kuantitatif. Lebih bagus lagi kalau rajin rapat dan berkontribusi,” katanya.

Namun Armin mengaku tak mau ambil pusing. Menurutnya, yang terpenting sebagai wakil rakyat dirinya berkontribusi positif terhadap kemajuan dan pengembangan rakyat Sulsel.

Baca Juga:  Kasus Korupsi DPRD Enrekang, Polda Sulsel Tetapkan 7 Tersangka

“Kalau memang dikategorikan malas yah silahkan saja. Kalau memang itu menurut penilaian BK yah terserah. Yang jelas bahwa saya hadir disini berkontribusi positif untuk pengembangan rakyat Sulsel. Itu saja,” tutupnya.

Sebelumnya, Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) merilis absensi anggota dewan mulai Januari hingga November 2018.

Dari data tersebut terkuak bahwa dari 85 anggota DPRD Sulsel periode 2014-2019, hampir separuh dari mereka memiliki tingkat kehadiran yang rendah dalam rapat paripurna. Absensi ketidakhadiran tersebut dibagi tiga kategori, yakni izin, sakit dan dinas luar.

Sejumlah nama legislator yang dinilai rendah tingkat kehadiran rapatnya, diantaranya Sofyan Syam, Andi Zunnun Halid dan Armin Mustamin Toputiri dari Fraksi Golkar, Ina Nusyamsina Aroepala, Syahrir dan Andi Irwan Patawari dari Fraksi Demokrat, Erna Amin, Rusdin Tabi dan Anas Hasan dari Gerindra, Syamsuddin Karlos, serta Husmaruddin dan Andi Jamaluddin Jafar dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

Baca Juga:  Legislastor Makassar Geram Akibat Ulah Oknum Pagari Jalan Umum

(Muh. Seilessy)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.