Dituduh Pelakor dan Dianiaya, Polisi: Ada Juga Pelanggaran IT

Foto: ilustrasi

INIPASTI.COM, BONE- Viral sebuah penganiayaan seorang gadis yang dituduh sebagai pelakor di Bone, Sulawesi Selatan. Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Viera Ichal Keto (Keto) yang menyelenggarakan siaran langsung di akun media sosial jejaring facebooknya, Minggu (22/3/20) lalu.

Kejadian ini diketahui terjadi Minggu, (22/3/2020) lalu di halaman rumah kontrakan korban, Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Pelaku datang bersama dua orang yang diketahui adalah suami pelaku sendiri, Iwan dan sahabatnya bernama Vera.

Inline Ad

RS (21) hanya bisa menangis pasrah dan tidak berdaya mendapatkan perlakuan kekerasan dari Ice (30) yang tanpa ampun memukuli korban hingga menjambak rambutnya. Video tersebut berdurasi sekitar 1 menit lebih ini.

Baca Juga:  Hasil Olah TKP, Tak Ada Pengrusakan Baliho Apalagi Terkait Politik di Gowa

“Iwan ajak ketemu Riska karena ada permasalahan yang dia mau laporkan ke Kepolisian. Iwan datang ke kontrakan yang kemudian saya liat mereka 3 orang sudah tarik-tarikan dan ada yang memukuli korban. Saya mau maju untuk melerai mereka, Vera maju sambil merekam dan menyerukan jangan ikut campur sedangkan Irwan hanya diam liat korban di pukuli istrinya, sambil sesekali membantu istrinya,” terang WN, dikutip  instingjurnalis.com .

Saksi pun tidak pernah menduga dan amat menyayangkan adanya peristiwa ini yang dianggap sangat merugikan korban.

“Saya merasa kasian sama korban, kenapa korban sampai dipermalukan seperti ini, saya menyaksikan secara langsung kejadian ini dan saya pikir ini tidak sesuai dengan kenyataannya. Yang di upload itu berlebihan, ada yang ditambah dan dikurang-kurangi,” terang WN kemudian, dikutip  instingjurnalis.com

Baca Juga:  BNNP Sulsel Musnahkan Lebih 6 Kilogram Narkotika

Saat dikonfirmasi, pihak Kepolisian Polres Bone telah membenarkan adanya Laporan Kepolisian dari korban yang masuk.

“Betul, ada laporan yang masuk pada tanggal 22 Maret kemarin. Laporannya kami sudah proses. Disini selain tindak penganiayaan, ada juga laporan terkait pelanggaran IT,” terang Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Fahrun  Kamis (26/3/20), dikutip  instingjurnalis.com

Saat ini, kondisi korban diketahui sangat terpukul pasca kejadian tersebut. Hal ini lantaran merasa malu dan terdzalimi. Beredar kabar pihak korban kini memilih untuk menempuh jalur hukum.

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.