Evaluasi Pilkada Langsung, NA Sebut Hal Ini

INIPASTI.COM, JAKARTA – Wacana evaluasi yang dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terkait dengan pelaksanaan Pilakda Langsung, beberapa waktu lalu. Mendapat reaksi dari berbagai pihak termasuk Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah

Menurutnya, pelaksanaan Pilkada langsung masih relevan dilaksanakan di Indonesia.

Inline Ad

“Evaluasi dilaksanakan itu melihat dampak negatif dan positif. Kalau positif lebih besar pasti dilanjutkan. Kalau negatif pasti dipertimbangkan. Kita belum bisa mengandai-andai,” kata Nurdin saat dikonfirmasi, Kamis (1 4/11/2019).

Ia menjelaskan dengan pelaksanaan pemilihan secara langsung tanpa melalui DPRD, pemerintah akan lebih bertanggung jawab. Pasalnya, kepala daerah yang dilantik memiliki hubungan emosional lebih dekat ke rakyat.

Baca Juga:  Resmikan 28 Balai Nikah, Menag Harap KUA Tak Hanya Dijadikan Balai Nikah

“Saya merasakan betapa pilkada langsung itu jauh lebih bagus. Betul-betul langsung melihat daerah dan berkomunikasi dengan warga yang akan memilih kita. Secara langsung kita sampaikan visi dan misi kita. Kalau pilkada tak langsung kembali ke pola lama,” lanjutnya.

Sebelumnya, wacana evaluasi pilkada langsung pertama kali diungkapkan oleh Mendagri Tito Karnavian. Tito menyatakan ingin mengkaji pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung.

Menurut Tito, sistem politik pilkada langsung yang sudah berjalan selama 20 tahun belakangan ini perlu dievaluasi. Dia menuturkan sistem tersebut bermanfaat bagi partisipasi demokrasi, tetapi juga memiliki sisi negatif.

Baca Juga:  Aa Gym Panggil Erick Thohir dengan Sebutan Ustaz

“Kita lihat mudaratnya juga ada, politik biaya tinggi. Kepala daerah kalau enggak punya Rp 30 miliar mau jadi bupati mana berani dia,” kata Tito saat rapat bersama DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, pekan

(Iin Nurfahraeni)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.