Film “Bunda Kisah Cinta 2 Kodi” Berangkat dari Novel Asma Nadia

INIPASTI.COM, MAKASSAR — Film produksi dari Inspirasi Picture menghabiskan biaya Rp 6,5 Miliar untuk membuat film Bunda Kisah Cinta 2 Kodi selama masa pembuatan film 20 hari.

Produser Film Bunda Kisah Cinta 2 Kodi,Rendy Saputra disela-sela mengatakan film produksi komersial pertama yang dirinya buat yang menangkat kisah nyata novel dari penulis Asma Nadia.

“Film Bunda Kisah Cinta 2 Kodi merupakan produksi film komersial pertama yang mengangkat kisah nyata novel Bunda dari Asma Nadia,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tim produksi Inspirasi Picture menghabiskan biaya pembuatan film sebesar Rp 6,5 Miliar yang dianggap 20 hari di dua lokasi yaitu Jakarta dan Bandung.

Berangkat dari novel karya Asmanadia, Film garapan Ali Eunoia dan Bobby Prasetyo ini terinspirasi dari kisah nyata perjalanan hidup seorang perempuan tangguh dalam membangun usaha dan keluarga. Menurut Rendy Saputra Produser Inspira Pictures, sosok Tika Kartika menjadi sosok yang menarik. Bukan hanya karena sosok Tika Kartika adalah seorang pengusaha sukses, tapi karena ia merupakan sosok perempuan yang sangat menarik untuk dilihat di masa kini.

Baca Juga:  Ini Pengalaman Lucu si 'Cantik' Andania Suri Selama Syuting di Maros

“Kisah perempuan tangguh ini sangat menginspirasi kami untuk diangkat ke layar lebar. Berdasarkan pengalaman hidup saya mengenal sosok Bunda Tika yang merupakan ibu angkat saya, saya melihat sosok ini punya potensi untuk diteladani semangatnya, spiritnya, ketekunannya, cara kerjanya serta ketegasannya. Bagaimana dia menyikapi berbagai masalah dan memberdayakan orang-orang di sekitar itu luar biasa sekali. Itulah yang menarik perhatian saya untuk mengangkat sosok ini ke layar lebar,” ungkapnya.

Baca Juga:  Jamu Artis Silariang CYTD, Ini Harapan Istri Cakka Soal Promosi Budaya dan Kearifan Lokal

Boby berharap film ini bisa disukai, dan menginspirasi penonton.

“Harapan kami sederhana, penonton akan menyukai film ini. Terhibur dengan lantunan alur ceritanya, namun juga mendapatkan impresi atau tergerak secara emosional ketika menangkap pesan dari film ini. Terutama para Ibu bekerja yang mungkin menghadapi masalah yang sama, film ini saya pikir sangat layak untuk ditonton bersama keluarga,” tutup Bobby.

(Reni Juliani)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.