Fraksi PPP Minta Ranperda Perlindungan Perawat Dikaji Ulang, Ini Alasannya

Rapat Paripurna DPRD Makassar, Jum'at (23/02/2018).

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kota Makassar, Busranuddin Baso Tika (BBT) meminta agar Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perlindungan Perawat untuk dikaji ulang sebelum dibahas. Hal itu diusulkan melihat banyaknya Perda yang dikeluarkan namun tidak dapat berfungsi dengan baik.

“Pimpinan mohon intrupsi, mungkin lebih baik ranperda ini dikaji ulang dulu sebelum dibahas. Jangan sampai setelah jadi perda dan selanjutnya tidak berfungsi dengan baik,” kata BBT, sapaan Akrab Busranuddin saat rapat Paripurna DPRD Kota Makassar, Jum’at (23/02/2018).

Baca Juga:  Diapresiasi oleh Beberapa Fraksi di DPRD, Ranperda Kabupaten Gowa Siap Dibahas

Jangan sampai, Lanjut BBT, DPRD malah melahirkan Perda yang tidak berjalan lantaran banyaknya persoalan yang tidak tuntas dalam pembahasan.

“Mengapa cuma perawat yang dibuatkan perda? Bagaimana dengan tenaga-tenaga profesional lainnya seperti bidan, dokter, honorer di lingkup Pemkot dan lainnya dibuatkan perda supaya mereka juga bisa mendapatkan perlindungan, kalau nantinya sudah jadi perda dan tidak berjalan dengan baik, kan sayang sekali kita buang-buang uang negara dalam pembahasan,” tegas Ketua DPC PPP Kota Makassar ini.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Makassar, Farouk M Betta, yang memimpin rapat paripurna mengatakan, pembahasan Ranperda akan tetap dilanjutkan mengingat 7 Fraksi lainnya sudah menyetujui untuk dilanjutkan.

Baca Juga:  ARW Beri Bantuan 10 Unit Motor Sampah kepada 6 Daerah di Sulsel

“Itu nanti akan dipertimbangkan kembali dalam pembahasan ranperda nantinya, yang pastinya ini akan tetap dilanjutkan untuk dibahas karena 7 fraksi lainnya sudah menyetujui untuk dibahas,” kata Aru, sapaan Farouk M Betta.

(Saddam Buton)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.