Gabung di PDIP, Ahok Tak Akan Kampanye

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto (Sumber: Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto (Sumber: Republika TV/Havid Al Vizk)

INIPASTI.COM, JAKARTA – Bergabungnya Basuki Tjahaja Purnama atau biasa di sapa Ahok, di PDI Perjuangan tidak lantas menjadi tambahan amunisi dalam  perhelatan Pemilu 2019 dan Pilpres.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, menyatakan masuknya Basuki Tjahaja Purnama (BTP) biasa di sapa Ahok menjadi anggota partai adalah anggota biasa.

Untuk itu, Ia memastikan BTP tidak akan dilibatkan dalam proses kampanye pemilu 2019 makanya yang bersangkutan akan berlibur panjang.

“BTP masuk PDIP sebagai anggota biasa. Ya sama seperti Almarhum KH Yusuf Supendi yang kini digantikan oleh putrinya Azmah Shobirooh. Lalu seperti masuknya Pak Kapitra Ampera. Ada juga 17 purnawirawan TNI masuk PDIP. Ya jadi anggota biasa,” kata Hasto Kristiyanto, seperti yang dilansir oleh Tempo.co

Baca Juga:  NasDem Sulsel Rampungkan Struktur Kepengurusan 24 DPD Hadapi Verifikasi Parpol

Ia mengungkapkan, bahwa pihaknya akan membiarkan BTP pergi berlibur ke luar negeri.

“Itu kan agenda pribadi beliau. Berlibur ke luar negeri selama 2,5 bulan,” imbuhnya.

Menurutnya, saat ini PDIP masih berkonsentrasi  ke pemilu sebagai fokus utama. Makanya, Hasto yang juga menjabat sebagai sekretaris TKN- Jokowi –KH Ma’ruf Amin terus melakukan safari politik.

Hasto pun memastikan bahwa BTP takkan menjadi juru kampanye atau terlibat dalam proses kampanye pemilu 2019, baik untuk parpol maupun untuk pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin. Belum ada penugasan-penugasan partai untuk BTP.

Apalagi, sama seperti anggota baru lainnya, Ahaok masih harus menjalani proses kaderisasi terlebih dahulu.

Baca Juga:  SYL: Kalau Ada Munaslub Saya Mau Maju Lagi

“Jadi Pak BTP tidak akan jadi juru kampanye. Karena dia ada agenda kegiatan pribadi di luar negeri,” kata Hasto.

“Yang jelas saat ini kami kerjakan pemilu dulu. Fokus kami ke pemilu, konsentrasi penuh,” tandasnya.

Sementara itu, Ia mengatakan pihaknya tak ingin bicara soal untuk rugi masuknya Ahok, tetapi yang diutamakan adalah politik dengan nilai-nilai kemanusiaan, sebab politik haruslah membangun peradaban, sehingga tidak hanya bicara soal untung rugi politis, jelas Hasto.

“Politik itu bicara tentang hal-hal yang sangat fundamental termasuk hubungan kitasebagai sesama manusia, hubungan kita dengan Tuhan, hubungan kita dengan alam raya, itu politik,” katanya.

(Iin Nurfahraeni)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.