Genjot Partisipasi Pemilih, KPU Makassar Sosialisasi di STIBA

KPU Kota Makassar saat sosialisasi di Kampus STIBA Makassar.

INIPASTI.COM, MAKASSAR, – Tingkatkan partisipasi masyarakat kota Makassar pada pemilu 2019, relawan demokrasi basis pemuda KPU Kota Makassar mengadakan dialog pubik di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA Makassar), Kamis 14 Maret 2019.

Kegiatan ini dikemas dengan dialog bersama ratusan mahasiswa dan DPP Wahdah Islamiyah, Ustadz Qasim Saguni, Ketua Stiba Kota Makassar, Ustadz Muh. Yusran Anshar, dan Komisioner KPU kota Makassar divisi hukum dan pengawasan Abd. Rahman dan komisioner divisi Sosialisasi dan Parmas, Endang Sari.

Ustadz Qasim Saguni menyampaikan keputusan Dewan Syariat PP Wahdah Islamiyah yang telah ditetapkan pada tahun 2004 yang kembali direvisi pada tahun 2009 yang bunyinya himbauan kepada seluruh civitas akademik, simpatisan, kader, dan Mahasiswa STIBA untuk menunaikan haknya dengan berpartisipasi dalam pemilihan umum.

Baca Juga:  NA Kantongi Rekomendasi Gerindra

“Putusan itupun diperkuat oleh ketua DPP Wahdah sendiri dengan mengatakan kepada seluruh mahasiswa STIBA bahwa untuk menjadi warga negara yang baik maka harus memiliki identitas (KTP). Maka dengan itu datanglah ke TPS pada 17 April 2019 bulan depan,” kata Ustadz Qasim Saguni

Sementara itu, Ketua Stiba Kota Makassar Ustadz Muh. Yusran Anshar, mengatakan bahwa dalam membuat sebuah perbaikan di masyarakat maka perlunya upaya secara kultural dan struktural. Secara kultural (akar rumput) dengan melakukan pembinaan dan kaderisasi masyakarat. Namun secara struktural (atas) maka harus melalui proses konstitusional yakni dengan instrument pemilu.

“Karena hanya dengan begitu kita akan mendapatkan seorang pemimpin yang akan memperjuangkan aspirasi ummat Islam. Begitulah perjuangan Wahdah Islamiyah dalam menegakkan syariat Islam yakni secara perlahan-lahan. Dengan memilih yang paling kecil Mudaratnya dan memilih yang paling besar Maslahanya. Bahwa pentingnya integrasi (kesatuan) agama dan kekuasaan. Untuk menghadirkan negara yang Baldatun, Thoibatun, Waraffun ghofur,” tuturnya.

Baca Juga:  Relawan Terus Bergerak, RMS Belum Bersikap

Komisioner KPU Makassar Endang Sari berharap momentum politik ini masyarakat harus cerdas dalam menyikapi berita-berita Hoaks (bohong) yang dimainkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Ia juga menyampaikan mekanisme teknis yang mesti harus diperhatikan dalam pemilu 2019 nanti. Diantaranya, Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTB) dan untuk para mahasiswa perantau agar dibuatkan Fom A5 agar dapat memilih pada Pilpres nanti.

(Muh. Seilessy)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.