Genjot produksi dan kualitas benih, Kementan adakan bimtek bagi produsen benih hortikultura

Top Ad

INIPASTI.COM – Kementerian Pertanian pada tanggal 18 – 20 Mei 2022, memberikan bimbingan teknis bagi pelaku perbenihan hortikultura, yakni produsen benih buah batang dan produsen benih bawang merah yang dilaksanakan di Hotel Avenzel Bekasi. Peserta bimtek ini adalah produsen benih berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Sasaran dari kegiatan tersebut selain untuk meningkatkan pengetahuan para produsen benih juga sebagai tempat menambah wawasan, saling bertukar pikiran, dan tentunya transfer teknologi pertanian. Produsen benih yang hadir sebanyak 50 peserta. Selain menghadirkan produsen benih, dalam kegiatan tersebut juga diundang Pengawas Benih Tanaman (PBT) pendamping produsen yang bersangkutan.
Materi yang diberikan dalam kegiatan tersebut berasal dari narasumber LKPP, Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Buah dan Florikultura serta narasumber internal dari Direktorat Perbenihan Hortikultura Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian. Materi yang disampaikan diantaranya tentang kebutuhan benih pada kampung/kawasan Hortikultura 2022-2023, tata cara kegiatan swakelola benih, sosialiasi sertifikasi manajemen mutu bagi produsen benih, dan sosialisasi sistem informasi perbenihan hortikultura.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, dalam arahannya pada acara pembukaan mengungkapkan bahwa beliau sangat menaruh perhatian penuh terhadap perbenihan hortikultura. “Benih menjadi komponen utama dalam menentukan produksi. Benih yang baik bernas/ bermutu tentunya akan menghasilkan produksi yang maksimal dan menjadi faktor penting untuk memperbaiki daya saing produk hortikultura ke depan. Dalam pertemuan ini kita harapkan transfer teknologi, saling bertukar pikiran, menjadikan wawasan produsen bertambah”, ujar Prihasto Setyanto saat ditemui dalam kegiatan tersebut. “Ke depan kita dorong juga para produsen benih, untuk dapat berperan dalam kegiatan swakelola, kami ingin produsen berdaya dalam mengembangkan benihnya. Selain itu kita akan perkuat dengan Sistem Informasi Perbenihan Hortikulturanya, dimana masing-masing produsen nantinya dibuatkan sistem register produsen benih, dan pelabelan benih dengan QR Code”, imbuh Prihasto Setyanto.

Inline Ad

Inti Pertiwi Nashwari selaku Direktur Perbenihan dalam materinya menyampaikan bahwa dalam upaya memperbaiki aspek-aspek kebijakan perbenihan, perlu didukung oleh teknologi informasi, untuk memudahkan traceability (ketertelusuran) setiap benih yang dihasilkan oleh para produsen. Sedangkan untuk menjamin mutu benih yang diproduksi oleh produsen, Inti menekankan perlunya komitmen dari para PBT sebagai pendamping produsen dan BPSB yang mempunyai kewenangan untuk menerbitkan sertifikat dan pemberian label pada benih.

Dalam menghasilkan benih yang bermutu tentunya perlu didukung komunikasi yang baik antara Pengawas Benih Tanaman dan Produsen Benih yang didampinginya. Koordinasi antara BPSB, produsen benih, Dinas Pertanian setempat, dan Kementan harus dalam satu sinergi, agar benih yang dihasilkan selain bermutu, juga mempunyai daya saing.

Adapun upaya-upaya melakukan inovasi dalam bidang perbenihan juga perlu terus digali, agar pertanian maju mandiri modern, terwujud. “Pengawasan, pendampingan, monitoring dan evaluasi secara menyeluruh terhadap aspek perbenihan hortikultura, dilakukan oleh para stake holder di bidang perbenihan hortikultura secara menyeluruh, dengan menjalankan tugas fungsinya masing-masing”. pungkas Inti Pertiwi Nashwari diakhir kesempatan.

Irza, salah satu PBT dari Sumatera Barat yang diundang dalam pertemuan tersebut, menyampaikan sambutan yang positif terhadap terselenggaranya kegiatan Bimtek karena mendapatkan informasi mengenai Kebijakan Ditjen Hortikultura dan mendapatkan arahan-arahan mengenai kegiatan hortikultura terutama dalam pengawalan mutu benih.
Sambutan yang positif juga disampaikan oleh Rio Sudarpo, produsen benih buah-buahan asal Bogor . “Ragam informasi yang kami terima dalam pertemuan ini, Kami rasakan seolah sebagai booster dan motivasi baru dalam mengembangkan produksi serta inovasi untuk memproduksi benih yang bermutu guna mendukung daya saing produk hortikultura Indonesia masa depan” tegas Rio yang juga didapuk sebagai Ketua Asosiasi Produsen Benih Buah Indonesia (APB2I) pada pertemuan tersebut.

Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.