Golkar Sulsel Instruksikan Kader Pantau Pemuktahiran DPT Jelang Tahapan

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Selatan menginstruksikan kepada seluruh kader partai Golkar dan jajarannya di semua tingkatan termasuk di DPRD untuk memantau secara langsung proses pemuktahiran data Pemilih yang dilakukan oleh KPU dan Pemerintah.

Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPD Partai Golkar Sulsel, mengungkapkan dalam pantauan partai Golkar, dibeberapa daerah bagian selatan dan utara sulawesi Selatan ada lonjatan jumlah daftar Pemilih yang tidak rasional melebihi ambang batas pertumbuhan Penduduk.

Baca Juga  Obama: Kalau Waris Masih Membangkan Kita Usul Ke DPP Untuk Diberhentikan

“Kami menduga jangan sampai ada permainan terkait data pemilih yang bisa disalagunakan oleh kelompok tertentu, dari beberapa temuan dan pengalaman yang kami temukan, ada beberapa motif permainan jumlah data pemilih yang potensi dimanfaatkan untuk melakukan kecurangan seperti, Memulangkan Perantau, Menghidupkan orang mati dan mendewasakan remaja,”kata Risman Pasigai ketua Bidang Organisasi dan kaderisasi partai Golkar Sulawesi Selatan.

Motif peningkatan jumlah Pemilih inilah yang sering terjadi di setiap pilkada, Orang yang sudah lama merantau meninggalkan sulawesi selatan tetap di masukkan sebagai pemilih, bahkan orang yang sudah meninggal pun tetap di masukka sebagai pemilih dan anak2 yang belum cukup umur pun di data sebagai pemilih.

Baca Juga  Gerindra Sulit Cari Sosok Pengganti La Tinro

“Hal inilah yang kami banyak temukan di berbagai momentum politik, olehnya perlu ada kejujuran dari pihak pemerintah yang menjadi sumber awal dari DPT nantinya,” Jelas Risman.

Olehnya Risman meminta kepada seluruh kader baik yang ada di struktur partai maupun simpatisan untuk melakukan pengawalan dan monitoring agar kecurangan bisa dideteksi lebih dini agar perhelatan momentum politik bisa berjalan sesuai dengan harapan.

Baca Juga  Penjaringan Balon Walikota, Golkar Makassar Tunggu Keputusan DPD I

Risman meminta kepada kader yang di fraksi untuk melakukan monitoring dan pengawasa secara aktif terkait jumlah DPT Pilgub dan Pemilukada 12 Kab/Kota Nanti.

“Demokrasi yang berlangsung tidak boleh lagi di warnai dengan kecurangan-kecurangan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab, kita semua harus turun tangan melakukan kontrol sehingga kealitas demokrasi di pilkada 2018 semakin berkualitas,” tambah Risman. (Muh. Seilessy)

Advertisements

NO COMMENTS

Leave a Reply