Gugatan Appi-Cicu di PTTUN Dinilai akan Jadi Bumerang

Keterangan Foto: Syahrir Kariem, Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Sengketa Pilwali Makassar masih terus bergulir hingga saat ini. Berawal saat laporan tim hukum pasangan nomor urut satu, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) yang ditolak di Panwaslu kota Makassar, dilanjutkan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Makassar.

Dalam sengketa itu, tim Appi-Cicu mendesak agar Calon Wali Kota petaha, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto yang berpasangan dengan Indira Mulyasari (DIAmi) didiskualifikasi sebagai peserta Pemilu karena dianggap banyak menggunakan kewenangannya sebagai Wali Kota untuk kepentingan pribadinya maju kembali di Pilwali.

Baca Juga:  NasDem Sulsel Persiapkan Kedatangan Surya Paloh di Makassar
Inline Ad

Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Syahrir Kariem, tidak menampik hal itu. Bahkan, dia menilai, hal ini bisa menjadi bumerang dan merugikan Appi-Cicu sendiri. Pasalnya pemilih akan memberikan simpati kepada Danny-Indira.

“Tapi terkait kasus yang diangkat Appi-Cicu efeknya justru bisa merugikan Appi-Cicu sendiri, karena tuntutannya adalah mendiskualifikasi DIAmi dari Pilwalkot ini,” kata Syahrir, Rabu (14/03/2018).

Dia menjelaskan, tuntutan tim hukum Appi-Cicu ini terkesan bahwa calon walikota Makassar nomor urut 1 itu tidak percaya diri melawan DIAmi.

Baca Juga:  PPP Akan Serahkan SK Usungan ke Adnan-Kio di Gowa

“Mestinya, yang harus dilakukan Appi-Cicu adalah mengikuti atau mengimbangi pola kampanye DIAmi. Yakni lebih cenderung memunculkan politik gagasan tanpa menggangu rivalnya,” jelasnya.

(Saddam Buton)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.