Gunakan Skema Pembiayaan Lain, Bendungan Jenelata Tak Masuk PSN

Ilustrasi Pembangunan Bendungan (Istimewa)

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Bendungan Jenelata yang terletak di Kabupaten Gowa, direncanakan akan mulai dikerjakan tahun depan ternyata tidak masuk dalam Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 109 Tahun 2020 tentang percepatan Proyek Strategis Nasional.

Inline Ad

Sebelumnya, pemerintah pusat telah mengeluarkan Perpres Nomor 109 tahun 2020 yang merupakan perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Di Perpres Nomor 3 tahun 2016, Sulsel mendapat empat proyek PSN sektor Bendungan yaitu Bendungan Karalloe di Gowa, kemudiam Bendungan Passeloreng di Wajo, Bendungan Pammukulu di Takalar dan Bendungan Jenelata

Sedangkan di Perpres Nomor 109 tahun 2020 untuk sektor Bendungan dan Irigasi yang masuk Bendungan Karalloe di Gowa, kemudiam Bendungan Passeloreng di Wajo, Bendungan Pammukulu di Takalar terakhir Pembangunan Bendung dan Jaringan Irigasi Daerah Baliase.

Dikeluarkannya, Bendungan Jenelatan dari Proyek PSN hal ini diungkapkan oleh Kepala Satker Bendungan Balai Besar Sungai Wilayah Pompengan Jeneberang Alexander Nandar.

“Sangat disayangkan, bendungan Jenelata tidak masuk ke dalam proyek percepataan strategis nasional. Sebelumnya sudah  keluar Perpres baru terkait percepatan proyek Strategis Nasional Perpres 109 tahun 2020,” kata Nandar.

Baca Juga:  Bendungan Passelloreng Ditarget Impounding Agustus

Menurutnya, tidak masuknya bendungan Jenelata ke dalam Perpres 109,  kemungkinan karena  ada skenario pembiayaan lain.

“Inikan Jenelata tidak dibiayai APBN dan rencananya akan dibiayai oleh pinjaman luar negeri,” Sebut Nandar.

Namun, Ia menyatakan walaupun tak masuk dalam PSN tapi prosesnya tetap berjalan untuk dikerjakan. Cuma memang ada beberapa perbedan tentunya.

“Tetap berproses hanya bedanya kalau, PSN pengadaan tanahnya dibayarkan melalui LMAN kalau non PSN pembayaran tanahnya kita bayarkan  langsung dari DIPA Kementerian,” jelas Nandar.

Sejauh ini, Nandar menjelaskan proses perizinan dan supervisi sedang diselesaikan, untuk masuk ke tahap selanjutnya. “Kami harapa bisa masuk lelang 2021 dan terkontrak awal 2021,” paparnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bappedalitbangda Pemprov Sulsel Junaedi mengaku tetap optimisme pembangunan Bendungan Jenelata akan tetap mendapat perhatian, walaupun tak masuk ke dalam PSN.

Baca Juga:  BBWS-PJ Sebut Usulan 3 Bendungan Akan Gunakan Sistem Pembiayaan Investasi

“Persoalan pengelolaan untuk sumber daya air untuk sektor pertanian ini kan jadi prioritas pusat , provinsi dan kabupaten/kota. Cuma mungkin secara teknis Pemerintah Pusat punya pertimbangan tertentu sehingga tidak memasukkan  Jenelata sebagai PSN tapi kami akan terus koordinasi,” terangnya.

Junaedi mengatakan, jika mendapatkan bantuan atau pinjaman luar negeri, selama inikan sudah dilakukan oleh Pemerintah Pusat program program peningkatan jaringan irigasi melalui IPDMIP itu juga melalui penerusan pinjaman pemerintah pusat ke daerah.

Seperti diketahui, Seperti diketahui, Bendungan Jenelata ini  nantinya akan menampung volume tampungan maksimal 246 juta Meter kubik, menjadikan Bendungan Jenelata ini sebagai Bendungan terbesar kedua setelah Bendungan Bili-Bili.

Bendungan Jenelata mempunyai fungsi sebagai pengendalian banjir sungai jenelata 1.800,46 m3/dt menjadi 792,20 m3/dt dengan pengendalian banjir periode ulang 50 tahun, Mampu menyediakan air irigasi  seluas total 23.690 ha meliputi D.I Bili-bili, DI Bissua dan D.I Kampili dengan intensitas tanam 300 % dengan pola tanam Padi-Padi-Palawija, sebagai Penyediaan air baku total 7,80 m3/dt untuk Air Baku Bili-bili, Air baku Jenalata, kebutuhan air pabrik gula Takalar dan lahan tebu, dan Intake Sungguminasa, dan Pembangkit Listrik Tenaga Air sebesar 0,40 MW

Baca Juga:  Masuk Tahap Review BPKP, 120 Bidang Lahan Pammukulu akan Dibayar

(Iin Nurfahraeni)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.