Hasil Kongres Dekopin di Makassar Ajukan 6 Point Ke Pemerintah

Nurdin Halid didamping sejumlah pengurus Dekopin saat melakukan konferensi pers di Grand Clarion Hotel, Makassar Jumat (14/7).

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Hasil Kongres Koperasi Indonesia ke III baru saja dilaksanakan di Hotel Grand Clarion Makassar, selama dua hari 13-14 Juli 2017. Telah mengeluarkan enam usulan yang akan diserahkan ke pemerintah.

“Ada enam poin yang diajukan kepada pemerintah sebagai sikap Dewan Koperasi Indonesia untuk dilakukan perubahan,” kata Ketua Dekopin Nurdin Halid, Jumat 14 Juli 2017.

Enam point tersebut sebagai out put dari kongres Koperasi ini, kata dia yaitu pertama deklarasi Makasar untuk reformasi komitmen membangun perekonomian Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 untuk mewujudkan Koperasi sebagai pilar Negara. Kedua menyepakati usulan yang diajukan kepada pemerintah untuk menyelenggarakan sensus Koperasi Nasional (Suskopnas) sekali dalam 10 tahun sebagai penguatan implementasiroad ap pembangunan Koperasi. Ketiga meluncurkan roadmap 30 tahun pembangunan Koperasi.

Baca Juga  Pemkot Makassar akan Tata PKL dan Pedagang Asongan

Selain itu keempat menyepakati meluncurkan roadmap 30 tahun pembangunan dan pendidikan Koperasi. Kelima menyepakati penyelanggaraan Kongres Koperasi secara reguler 5 tahun sekali untuk mengkaji ulang, pelaksanaan, melakukan penguatan implementasi, dan menyusun prospek perkembangan koperasi 5 tahunan. Keenam Menyepakati usulan untuk memperkuat struktur dan menambah kewenangan Kementerian Koperasi dan pembinaan kewirausaha.

Kongres Koperasi Indonesia III ini, dilaksanakan selama dua hari dan puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke 70 di ikuti seribuan orang peserta dan Presiden Joko Widodo di Lapangan Karebosi Makassar.

Selain itu, hadir dalam kongres tersebut sebanyak 34 Dewan Koperasi Wilayah yakni Dekopinwil di tingkat provinsi dan 450 Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda) tingkat kabupaten dan kota.

Kongres ini mengambil tema ‘Membangun Komitemen Untuk Mewujudkan Koperasi Pilar Negara’. Ketua penyelenggara Kongres Koperasi, Agung Sudjatmoko juga Ketua Harian Dekopin mengatakan Kongres Koperasi ini merupakan lanjutan dari Kongres Koperasi sebelumnya.

Baca Juga  Realisasi Retribusi Daerah Masih Rendah, Bapenda Koordinasi OPD

Kongres sebelumnya dilaksanakan pada tahun 1953 diselenggarakan di Kota Bandung, Jawa Barat. Karena ini merupakan lanjutan maka, di ikuti semua elemen bangsa yang peduli terhadap Koperasi.

“Kongres ini dijadikan sebagai tonggak sejarah gerakan Koperasi untuk melakukan pembaruan dan perubahan dengan membangun sinergi bisnis Koperasi serta modernisasi guna  meningkatkan SD M dan penguasaan teknologi manajemen bagi Koperasi,” katanya.

Sekadar diketahui Kongres Koperasi pertama diadakan di Tasikmalaya, Jawa Barat, tahun 1947 dan menghasilkan keputusan tanggal 12 Juli sebagai Hari Koperasi yang diperingati setiap tahunnya.

Sementara Kongres Koperasi ke-II, dilaksanakan di Kota Bandung, Jawa Barat, yang antara lain keputusannya menetapkan sang Proklamator Bangsa, Bung Hatta, sebagai Bapak Koperasi Indonesia. (Muh. Seilessy).

Baca Juga  Mentan Amran-Maria Loretha Bahas Pengembangan 1.000 Ha Sorgum
Advertisements

NO COMMENTS

Leave a Reply